Minggu, 16 November 2025

PERTEMUAN DENGAN IRONE SI PENGUASA LOGAM ( CHAPTER 5 )

 



Bintang-bintang bersinar dengan terang menghiasi langit malam itu, Sheryl sedang duduk diatas atap rumah Dika menatap langit dengan perasaan sedih dan bersalah. Ditemani oleh ketiga penguasa elemen yang setia menemani, Sheryl masih menyimpan perasaan amat bersalah terhadap Dika yang hingga saat ini Dika tak mau berkomunikasi apalagi mengajaknya bermain seperti hari-hari sebelumnya. Phima yang saat ini sudah terlepas dari pengaruh kekuatan kegelapan berusaha menghibur dan duduk disamping Sheryl bergantian dengan Whitie. Phima cukup lama memandang Sheryl, terlihat dari kelopak matanya keluar cahaya kecil berwarna putih. Rupanya sedari tadi Sheryl menangis diam-diam, kemudian Phima menjilati wajah Sheryl untuk menghapus airmatanya. Sheryl tersontak kaget, dia tidak menyadari Phima sudah ada disampingnya dan kemudian Sheryl memeluk erat Phima, terdengar isak tangis Sheryl pelan dan Phima pun terdiam. “putri, mengapa sedih sekali ? apa yang bisa aku lakukan untuk menghiburmu...” tanya Phima memulai pembicaraan. Mendengar isak tangis Sheryl yang memilukan, Whitie pun ikut menemani di sampingnya untuk membantu menghibur. “mungkin aku akan berbicara dengan Dika tentang kesalahpahaman ini, aku tahu niat tulusmu sayang....tunggulah disini sebentar....” Whitie pun ikut berbicara dan mencoba menenangkan Sheryl.

Sheryl tidak menjawab dan terus menangis sambil memeluk Phima, lalu Whitie pun pergi menemui Dika. Didalam kamar Dika terlihat sibuk menulis rumus-rumus matematika dan berusaha belajar untuk mempersiapkan Ujian Nasional yang akan dia hadapi minggu depan nanti, “assalamualaikum, apakah kedatanganku mengganggu ?” Whitie memberi salam. “waalaikum salam, ada perlu apa ?” jawab Dika sambil menghentikan menulisnya tanpa mau menoleh ke arah Whitie. “aku tahu Tuan Dika masih marah kepada kami, akan tetapi apakah tidak ada kesempatan untuk kami menjelaskan duduk permasalahan kesalahpahaman ini” ucap Whitie memulai pembicaraan. Lalu Dika menjawab “bukankah sudah jelas, kalian semua sudah tidak membutuhkan aku...kalian bisa khan bertarung melawan Shadow bersama Tito yang kalian tahu dia lebih kuat dibanding aku...”. White lalu berkata “Tuan Dika sudah salah paham kepada kami, kami memang salah tidak memberitahukan sebelumnya tentang Portal itu dan Dunia Kristal, akan tetapi kami tidak bermaksud tidak mempercayai tuan....” lalu Dika menjawab “alaaaaah.....bukan saatnya untuk membahas itu sekarang....aku lagi sibuk....jangan ganggu aku dahulu....terserah kalian mau kemana sekarang aku tak perduli.....!!!!”. Whitie tidak mempercayai dengan apa yang ia dengar, ternyata Dika amat sangat marah sehingga tega mengusir seperti itu, akan tetapi Whitie tahu Dika masih emosi dan tidak sungguh-sungguh berkata demikian, lalu dengan tetap tenang Whitie pun menjawab “baiklah, saya mohon maaf telah mengganggu Tuan....tenangkan saja diri Tuan beberapa saat....”.

Whitie pun pergi meninggalkan Dika sendiri. Kemudian Whitie kembali menghampiri Sheryl kemudian berkata “Tuan Dika masih marah kepada kita semua, tapi kita tunggu saja beberapa hari agar Tuan Dika menenangkan hatinya” lalu Magma berkata dengan sinis “apa maunya manusia itu, sombong sekali dia terhadap kita...tanpa kita dia tidak ada apa-apanya...” mendengar itu Whitie menjawab “sudah kamu tenang dahulu, kamu tidak tahu perasaan Tuan Dika yang sebenarnya, dia sebenarnya masih membutuhkan kita akan tetapi Tuan Dika masih emosi dan memiliki banyak pikiran saat ini” kemudian Magma hanya terdiam mendengar perkataan Whitie itu. Lalu Sheryl bertanya kepada Whitie “lalu apa yang akan kita lakukan sekarang ? aku gak mau pergi dari sini....aku sangat yakin sama Kak Dika kalau Kak Dika akan maapin kita semua dan aku sangat sayang sama Kak Dika dan ingin melindungi Kak Dika”  melihat tatapan mata Sheryl berkaca-kaca kemudian Whitie menjawab “kita tidak akan pergi gadis kecil, kita akan terus melindungi Tuan Dika meskipun ia masih marah seperti itu. setelah Tuan Dika tertidur kita akan masuk kedalam dan melindunginya disaat ia terlelap” mendengar perkataan Whitie itu, Sheryl mulai tersenyum dan bergantian memeluk Whitie dan bekata “thank you so much Whitie....”.

               “KURANG AJAAAAAAAAAR.....PENASEHAT KEMARI.....!!!!”  teriak Shadow memanggil Penasehat Kerajaan, tak lama Penasehat Kerajaanpun muncul dan mendekati Shadow sambil memberi hormat. “BAGAIMANA INI SEKARANG ? TAWANAN YANG SUDAH AKU JADIKAN PRAJURIT TERKUATKU ITU SEKARANG SUDAH BERSAMA SHERYL MEREKA SEKARANG SUDAH MENJADI BERTIGA MENDAMPINGINYA DAN AKAN SEMAKIN SULIT UNTUK MENCULIKNYA....APALAGI SUDAH MUNCUL KSATRIA LAIN YANG MEMBANTU DIA DAN DIKA....CARI TAHU ASAL USUL KSATRIA MISTERIUS ITU....” ucap Shadow murka dan sudah terlihat gusar. “yang mulia tenang saja, hamba menyiapkan makhluk yang akan mengalahkan mereka semua untuk mengulur waktu agar rencana yang mulia bisa terwujud, karena hamba sedang mempersiapkan sebuah alat yang dapat membuka portal dengan alam manusia dan kita akan leluasa mengambil jiwa-jiwa murni yang tidak hanya dari manusia yang sudah meninggal dan hantu kecil itu, akan tetapi manusia yang masih hidup untuk membangkitkan prajurit-prajurit kegelapan yang akan memusnahkan prajurit-prajurit penguasa elemen selamanya”. Mendengar ucapan Penasehat Kerajaan itu, Shadowpun tertarik dan dengan semangat untuk melihat alat itu, akan tetapi Penasehat itu tidak memperbolehkan dan ia mengatakan kalau alat itu masih dalam tahap penyelesaian. Lalu

Shadow memerintahkan Penasehat memanggil makhluk yang Penasehat itu maksud “PANGGIL MAKHLUK YANG KAU MAKSUD TADI, AKU TIDAK SABAR UNTUK MELIHATNYA....”. “Baiklah yang mulia....” ucap Penasehat itu dan kemudian ia mengetuk-ngetuk tongkat sakti ditangannya ke tanah sebanyak 3x, tak lama muncul di tanah bulatan berwarna hitam bergerak kesana kemari dengan cepat, lalu muncul sesosok gadis kecil yang sudah tidak asing dilihat oleh Shadow.. shadowpun tersontak kaget kemudian secara spontan Shadow memakai pakaian tempurnya dan mengarahkan senjatanya ke sosok seperti Sheryl itu. Penasehat itu berkata “tenangkan dirimu yang mulia, yang mulia lihat sekarang memang wujud hantu anak kecil itu, akan tetapi dia sebenarnya adalah hantu seribu wajah. Kemudian sosok Sheryl itu mulai berubah menjadi sosok perempuan berambut panjang dengan wajahnya yang hancur dengan memakai gaun tidur yang panjang dan memiliki kuku jari yang panjang dan tajam. “perkenalkan yang mulia, aku adalah hantu seribu wajah. Aku bisa berubah wujud menjadi siapapun...hihi....hihiiii....hiiii” ucap hantu seribu wajah itu sambil tertawa cekikikan. Lalu Shadow mendekati hantu itu masih ragu dan bertanya “APAKAH KAU HANYA MEMILIKI KEMAMPUAN BERUBAH WUJUD SAJA ? ITU TIDAK CUKUP MENGALAHKAN DIKA DAN PARA PENGUASA ELEMEN....BAGAIMANA AKU BISA MENCULIK SHERYL HAAAH....”.

Hantu seribu wajah itu menjawab “hihihiii....hihiiiiii.....masalah Dika dan teman-temannya biar urusan aku, yang mulia bisa menculik Sheryl nanti” “mau aku tunjukkan kemampuanku yang lain....?” ucap Hantu itu dengan nada genit menggoda Shadow. “TUNJUKKAN SAJA KEMAMPUANMU YANG LAIN, TAK USAH BUANG-BUANG WAKTU DAN JAGA SIKAPMU...” ucap Shadow tidak bergeming dengan sikap hantu itu dan hantu itu pun tak berani menggoda lagi kemudian ia berkata “okeee...aku ingin yang mulia menyerangku sekarang...hihihiiiii....hihiiiiii......” mendengar ucapan hantu itu Shadow pun bingung dan melihat ke arah Penasehat, kemudian Penasehat itu menagggukkan kepala memberi isyarat kepada Shadow untuk menuruti permintaan hantu itu. Shadow pun mengeluarkan energinya untuk menyerang hantu itu sambil berkata “KAU TIDAK AKAN BISA MELAWAN KEKUATANKU....” kemudian hantu itu berkata “LIAT SAJA NANTI...”.  Shadow pun melepaskan energi kekuatannya menyerang hantu itu dan tak disangka tubuh hantu seribu wajah itu seperti menelan energi kekuatan Shadow ketika energi itu mengenai tubuh hantu seribu wajah yang Shadow arahkan kepadanya kemudian hantu itu mengangkat kedua lengannya ke arah Shadow dan dari telapak tangannya muncul energi yang sama yang dimiliki Shadow kemudian menyerang balik Shadow. Shadow pun spontan menghindari serangan itu dan kemudian bertepuk tangan dengan puas “BRAVO....BRAVOOO...TERNYATA KAU SANGAT KUAT SEKALI MISSSSSS.......KAU BISA MENYERANG BALIK ENERGI KEKUATAN DARI LAWAN....DIKA DAN PARA PRAJURIT PENGUASA ELEMEN ITU PASTI TIDAK AKAN BERDAYA MELAWANMU....HAHAHAHAHAHAHAH” lalu hantu itu berkata “terima kasih atas pujianmu yang mulia...hihiihiii....aku juga punya rencana bagus yang mulia.....”.

Hantu itu tidak hanya kuat tapi juga ia memiliki ide yang cerdas sehingga membuat Shadow tertarik kepadanya. Hantu itu lalu menjelaskan rencana jahatnya kepada Shadow dan Shadowpun mengangguk senang. “CEPAY LAKUKAN RENCANAMU ITU....AKU TIDAK MAU MENDENGAR KAU GAGAL.....PAHAAAAM...” ucap Shadow memerintahkan hantu itu pergi dan kemudian hantu itupun berjalan kebelakang dengan kaki yang tidak menyentuh tanah dan menghilang di kegelapan. Hantu seribu wajah itu ternyata memiliki kemampuan untuk melewati portal manusia dan saat ini sedang mencari keberadaan Sheryl dengan para penguasa elemen. “hihihih...hihihiii....aku akan buat yang mulia Shadow terkesan padaku....akan kudapatkan gadis kecil itu dan menghancurkan para penguasa elemen...” gumam hantu seribu wajah itu sebari melesat terbang dan akhirnya dia merasakan keberadaan Sheryl di sebuah rumah yang bertingkat, kemudian dia pun turun dan sekejap menjelma menjadi seekor kucing hitam agar keberadaannya tidak diketahui oleh Sheryl dan para penguasa elemen, setelah menjadi seekor kucing hitam ia menghampiri tembok rumah itu dan melihat kearah atas. Hantu  itu melihat Sheryl dan para penguasa elemen sedang berada diatas atap rumah, dengan kemampuan pendengaran yang sangat tajam, ia pun menguping pembicaraan mereka. Hantu itu terus menyimak percakapan Sheryl dengan para penguasa elemen dan dia pun mengetahui kalau ternyata antara mereka berempat dengan seseorang yang bernama Dika terjadi konflik dan hantu yang sudah menjelma menjadi kucing hitam itu tersenyum dan sudah menemukan cara agar mereka berempat menjadi terpecah belah sehingga Sheryl dapat dengan mudah diculik. Hantu itu pun menyelinap masuk ke belakang rumah itu dan menunggu saat yang tepat untuk menjalankan rencana busuknya.

Sheryl dan para penguasa elemen tidak menyadari bahaya sedang mengintai mereka semua, mereka terlalu larut dalam pembicaraan dan tak terasa waktu semakin larut, kemudian Whitie berkata “Tuan Dika sepertinya sudah tertidur lelap, sebaiknya kita masuk kedalam untuk menjaganya...” Sheryl mengangguk dan mengajak Phima dan Magma masuk ke dalam kamar Dika. Ketika Sheryl dan para penguasa elemen masuk kedalam, hantu itu pun segera beraksi, ia kembali merubah dirinya menjadi seperti semula. Ia menyentuh tembok rumah itu dan kemudian dalam sekejap menghilang. Di dalam kamar Sheryl melihat Dika sedang tertidur lelap dan berbisik pelan “maapin Sheryl ka...Sheryl sayang sekali sama kakak....Sheryl gak bermaksud tidak mengajak kakak, Sheryl hanya ingin buat kejutan buat kakak...biar kakak kaget liat Sheryl lebih kuat dan bisa melindungi kakak...karena kakak sudah banyak membantu Sheryl....” tak terasa airmatanya keluar dan Whitie dengan lembut mengusap airmata Sheryl. “sudahlah gadis cantik...biarkan Tuan Dika beristirahat....aku tahu kalau Tuan Dika pun sangat sayang kepadamu...” Phima mengigit gaunnya yang terurai ke bawah untuk mengajaknya bermain dan menghiburnya. Melihat tingkah laku Phima seperti itu Sheryl pun tersenyum dan kemudian menerima ajakannya dan meninggalkan Dika yang sudah terlelap. Sheryl dan para penguasa elemen tidak menyadari hantu seribu wajah itu sudah masuk kedalam tubuh Dika tanpa ada hambatan. Hantu itu lalu mulai mempengaruhi pikiran Dika dengan mimpi yang sangat buruk.

Pada awalnya Dika bermimpi bersama kedua orang tuanya bertamasya ke sebuah tempat yang memiliki air terjun yang indah. Dika dan ayahnya masuk ke dalam danau yang airnya sangat jernih tepat di bawah air terjun itu. Mereka berdua asyik berenang dan ibu berada di pinggir danau menunggu mereka berdua. Ketika Dika menyembulkan kepalanya dari dalam air, tiba-tiba keadaan menjadi sangat sepi dan orang tua Dika menghilang, Dika berusaha mencari keberadaan orang tuanya sambil memanggil mereka, tapi mereka tetap tidak ketemu. Akhirnya Dika menyudahi untuk berenang dan kembali ke tepi danau, setelah memakai pakaiannya Dika melanjutkan untuk mencari orang tuanya yang tiba-tiba menghilang, dia terus berjalan menjauhi air terjun itu dan bergegas menuju tempat parkir mobil yang tidak jauh dari danau itu. Sesampainya di tempat parkir, Dika tidak melihat seorang pun atau mobil yang sedang parkir saat itu. Seingat Dika, beberapa saat lalu Dika melihat banyak sekali orang-orang yang bertamasya ke tempat ini. Dika mulai diliputi ketakutan dan semakin kebingungan, dalam pikirannya ia memikirkan bagaimana ia bisa pulang kerumah. Dika tidak menyadari kalau ia sedang bermimpi, mimpi itu serperti kenyataan. Dengan perasaan bingung Dika akhirnya berjalan kaki, dia berfikir mungkin di dalam perjalanan nanti akan bertemu dengan pengendara mobil atau sepeda motor, sehingga ia bisa menumpang untuk pulang. Sepanjang perjalanan Dika sesekali melihat ke belakang dan berharap ada pengendara mobil atau motor melintasi jalan itu, akan tetapi tetap tak ada satupun yang melintas. Dika pun terus berjalan kaki dan udara dingin terus menghinggapi tubuh Dika.

Hanya langkah kaki yang menemani Dika sepanjang jalan dan melawati pohon-pohon yang menjulang tinggi dan bentuk yang menyeramkan. Semakin lama Dika semakin ketakutan dan terus mengucapkan Doa-Doa untuk menghilangkan ketakutannya. Terbersit dalam pikirannya Dika ingin memanggil Sheryl dan para penguasa elemen akan tetapi ia teringat sikap mereka berempat yang sudah tidak menghargainya lagi “huuuh....ngapain sich manggil mereka segala....mereka aja gak ngehargai aku....mereka bukan sahabatku dan aku gak akan memaafkan mereka titik.....” ucap Dika kesal dan bertekad meneruskan perjalanannya sendirian tanpa bantuan mereka. Sayup-sayup terdengar suara perempuan tertawa cekikikan, awalnya Dika tidak terlalu jelas mendengarnya akan tetapi suara itu makin terdengar jelas dan Dika mengehentikan langkahnya dan terdiam di bawah sebuah pohon yang besar dan tinggi, kemudian ia mendengar lebih seksama suara itu. Bulu kuduk Dika pun berdiri, badan Dika menjadi bergetar dan amat sangat ketakutan, karena suara itu berasal dari atas pohon tempat dia berhenti. Mulutnya tak henti-henti membaca doa memohon perlindungan Allah SWT, Dika hanya bisa menundukkan kepala dan muncul rasa penasaran untuk melihat ke atas berasal darimana suara misterius itu, tapi rasa takutnya mengalahkan rasa penasarannya akhirnya Dika hanya bisa terdiam tak bisa lakukan apapun selain terus berdoa. Beberapa saat Dika terdiam dan mulai memberanikan untuk melihat ke atas pohon, perlahan-lahan Dika menggerakkan kepalanya menuju ke atas pohon sambil memejamkan mata dan ketika kepalanya sudah mendongak ke atas, matanya membuka sedikit dan samar-samar terlihat sosok yang tidak asing dilihat, dan Dika membuka matanya. Ternyata Sheryl yang duduk diatas pohon dengan kaki yang mengguntai ke bawah, Dika tetap konsisren masih marah lalu dia pun melanjutkan perjalanan tanpa menghiraukan sosok yang seperti Sheryl itu.

Merasa tidak dihargai lalu sosok itu turun dan mengikuti Dika dari belakang, awalnya Dika tidak menghiraukan akan tetapi sosok seperti Sheryl itu terus bersiul-siul mengalihkan perhatiannya sehingga membuat Dika menjadi risih dan berbalik ke arah sosok itu dan Dika pun menatap tajam Sheryl tanpa mengucap sepatah katapun. Sosok itu dengan tenang hanya tersenyum terus bersiul tidak menghiraukan Dika yang sedang menatapnya. Merasa dengan sikapnya itu sia-sia maka Dika pun mulai berbicara “ngapain kamu kesini...? bukankah kamu dan para penguasa elemen tidak membutuhkan aku lagi....aku bisa kok bertahan tanpa kalian semua....lagipula ini hanya mimpi kok....nanti juga aku bangun....pergi sana” ucapan Dika itu tetap tidak dihiraukan oleh sosok itu malah ia terus bersiul-siul. Merasa tidak dihargai Dika semakin kesal dan berkata “percuma ngomong sama kamu juga....” kemudian Dika membalikkan badan dan meneruskan perjalanan sampai menunggu bangun dari tidur.           

Dika terus berjalan dan terus menenangkan dirinya kalau ini hanyalah mimpi buruk saja tanpa menghiraukan suara siulan sosok yang seperti Sheryl itu. Tiba-tiba Dika merasa sesak nafas dan pandangannya menjadi kabur “ya Allah....kenapa ini....kenapa tiba-tiba aku merasa sesak....” Dika pun berlulut ke tanah sambil memegang dadanya yang sedikit sesak dan panas. Semakin lama Dika semakin tidak dapat bernafas dan pandangannya menjadi semakin buram, Dika dengan sisa tenaganya mencoba menengok kebelakang dan dia melihat sosok seperti Sheryl itu bersama dua makhluk berjubah hitam yang merupakan prajurit Shadow. Dika sangat kaget apa yang dia lihat dan berfikir kalau selama ini Sheryl mengkhianatinya dan menipunya, dengan terbata-bata sambil tangannya hendak meraih sosok itu berkata “te...ternyataaa...ka...ka...kaa...muuu...” dan tak lama kemudian pandangan Dika menjadi gelap dan tak sadarkan diri.

Sementara itu di kamar Dika setelah Sheryl puas bermain dengan Phima, ia mendekati Dika yang terlihat tidur pulas dan Sheryl tidak mencurigai apa yang terjadi dengan Dika di alam mimpi, dan Sheryl dengan para penguasa elemen menjaga Dika hingga pada pagi harinya terjadi hal yang tidak biasa dengan Dika, jam sudah menunjukkan pukul 7 lewat Dika belum juga bangun dari tidrunya, Sheryl merasa heran dan berusaha menggoyang-goyangkan tubuh Dika “kaaaa...bangun kaaaa....udah siaaaaang.....nanti kesiangan sekolahnya....” tapi Dika tetap dalam keadaan tidur. Beberapa kali Sheryl mencoba membangunkan tapi Dika tetap tidak bangun dan Sheryl menjadi khawatir dengan keadaan Dika “kakaa...kakak gak apa-apa khan...kaaaa...bangun kaaaaa...Whitieeee.....Phima.....Magmaaaa....tolong Kak Dika kenapa iniiiii......” mendengar Sheryl memanggil mereka bertiga, mereka pun mendekati Sheryl dan melihat keadaan Dika “kenapa dengan Tuan Dika ? tidak biasanya dia tidur lama seperti ini....” Whitie bertanya kepada Sheryl dan Sheryl menjawab sambil menangis “aku gak tahuuuu...hikssss..hiksssss....tolong Kak Dikaaaa......” “tunggu sebentar gadis kecil, aku akan mencoba menerawang keadaan Tuan Dika.....gadis kecil mohon menjauh dulu dari tubuhnya...” ucap Whitie dan kemudian ia menghampiri tubuh Dika dan dengan teliti Whitie melihat tubuh Dika dari ujung kepala hingga ujung kakinya.

Ketika Whitie sedang menerawang tiba-tiba suara pintu diketuk dari luar Tok.....Tok...Tok......”Dika sayang bangun nak, nanti kamu terlambat ke sekolah “ ternyata itu suara ibu Dika yang menyruhnya untuk bangun, Whitie pun menjauh dari tubuh Dika. Beberapa kali ibu mengetuk pintu dan memanggil Dika untuk bangun tapi tetap tidak ada suara dari Dika dan Ibu mulai khawatir dan terdengar sedang memanggil ayah.

Tak lama ayah Dika datang dan berusaha membuka paksa pintu kamar, Sheryl dan para penguasa elemen bersembunyi ketika pintu kamar itu berhasil dibuka paksa oleh ayah. Ibu dan ayah lalu bergegas menghampiri Dika dan ibu mencoba membangunkan anaknya tapi Dika tetap tidak bergeming. Melihat anaknya tidak juga bangun ibu makin khawatir “ayahhh.....anak kita kenapa....Dika.....bangun naaaak...jangan buat ibu khawatir dong naaaaak...” ayah Dika spontan memegang leher dan lengan Dika untuk memeriksa denyut nadi memastikan kalau Dika masih hidup. “anehhhh.....denyut nadinya masih ada....” kemudian ayah menaruh telunjuknya ke arah hidung Dika dan terasa hembusan nafas “dia juga masih nafas kok bu....” ucap ayah menenangkan ibu. “lalu kenapa anak kita seperti ini.....ya ampun naaaak....jangan tinggalin ibu naaaaaak....” ucap ibu sambil menangis dan ayah Dika mencoba menenangkan ibu ‘tenang bu.....Dika belum meninggal....sebaiknya kita bawa dia ke rumah sakit sekarang ya bu.....” ucap ayah dan ayah membopong tubuh Dika yang tak sadarkan diri.

Sheryl hanya melihat dari jauh tubuh Dika dibawa oleh ayah Dika dan berkata “kaaaak.....kakaaa...kenapaaaa....” kemudian Whitie berkata kepada Sheryl “ada yang tidak beres dengan Tuan Dika....sepertinya setengah jiwa Tuan Dika tidak ada dalam tubuhnya...ini pasti ulah anak buah Shadow....ayo kita ikuti kemana mereka membawa Tuan Dika...” Sheryl hanya mengangguk sambil terus menangis dan dengan menunggangi Phima Sheryl dan para penguasa elemen bergeras mengikuti ayah dan ibu Dika ke rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit Dika pun langsung di bawa ke ruang UGD oleh perawat rumah sakit, kemudian ayah mengurus administrasi dan ibu menunggu diluar ruang UGD dengan cemas. Setelah selesai mengurus administrasi ayah menghampiri ibu dan berusaha menenangkannya, tak lama kemudian dokter datang dan masuk kedalam ruang UGD untuk memeriksa keadaan Dika.  Sheryl merengek kepada Whitie untuk ikut masuk ke dalam, tapi dicegah oleh Whitie “biarkan mereka yang mengurus Tuan Dika....gadis kecil tenang dahulu....” ucap Whitie dan Sheryl menjawab “bagaimana aku bisa tenang.....ayolah...aku ingin melihat keadaan Kak Dika sekarang......” Whitie tetap mencegahnya dan terus membujuknya untuk tenang.

Tak lama Dokter itu keluar dari ruangan dan menghampiri ayah dan ibu untuk menjelaskan keadaan Dika. Ibu melihat Dokter itu dan dengan tidak sabar bertanya “bagaimana dengan keadaan anak kami dok....? Dika sakit apa ?” kemudian ayah menenangkan Ibu “ibu...kasih kesempatan buat dokter jelaskan....”Dokter itu menjelaskan keadaan Dika kepada ayah dan ibu, dia berkata kalau hasil diagnosanya Dika berhalusinasi dalam jangka waktu lama dan dokter pun tak bisa memastikan apa penyebabnya dan tidak bisa memastikan juga apakah Dika akan segera siuman atau tak bisa tertolong lagi, tapi dokter itu berjanji akan lakukan yang terbaik untuk Dika dan saat ini Dika sudah diberi infus dan alat bantu bernafas, kemudian dokter itu permisi untuk pergi dan meninggalkan ayah dan ibu. Mendengar penjelasan dokter tadi ibu menangis di pelukan ayah dan ayah mengusap-usap kepala ibu dan berusaha untuk menenangkannya ”tenang...buuuu....anak kita akan selamat....kita berdoa sama Allah SWT agar Dika diberi kesembuhan dan bisa bersama-sama kita lagi yaaa.....”, sementara itu Sheryl sudah makin tidak sabar ingin melihat keadaan Dika dan akhirnya Whitie pun mengizinkannya dan dengan didampingi para penguasa elemen yang lain Sheryl pun pergi ke ruangan dimana Dika dirawat.

Ketika sampai di dalam Sheryl merasa kaget melihat tubuh Dika sudah terpasang selang infusan dan hidung, mulutnya terpasang alat bantu bernafas daqn disampingnya terdapat alat pendeteksi detak jantung yang berbentuk garis bergelombang. Karena tak kuasa sedih Sheryl pun menghampiri tubuh Dika dan memeluknya sambil menangis “kenapa Kakak seperti ini ? sakit ya ka tubuhnya ada selang seperti ini.....?” Dika masih diam dan matanya masih tertutup, hanya terdengar suara dari alat pendeteksi detak jantung di ruangan saat ini. Whitie pun tak mau menunggu lebih lama lagi dan khawatir jikalau orang tua Dika datang maka Whitie tak akan bisa menerawangnya lagi. Whitie meminta agar Sheryl menjauh dahulu dari tubuh Dika, kemudian salah satu telunjuknya keluar cakar yang sangat tajam dan cakar itu ia tempelkan ke dahi Dika, tak lama batu kristal muncul dan terlihat batu kristal itu tidak lagi berwarna putih terang akan tetapi berwarna agak kehitaman. “gawat....firasatku tidak salah....ada yang mengambil setengah jiwa Tuan Dika dan tanpa itu Tuan Dika tidak akan bisa kembali sadar dan tak bisa kembali ke tubuhnya....” ucap Whitie menjelaskan kepada Sheryl. Mendengar perkataan Whitie Sheryl berhenti menangis lalu raut wajahnya sekarang berubah menjadi marah “siapa yang sudah berani menyakiti Kak Dika.....? aku tak akan bisa maafkan dia....Whitie apakah kamu tahu caranya untuk menyelamatkan jiwa Kak Dika....?” ucap Sheryl dengan menggebu-gebu bertanya kepada Whitie.

Whitie menjawab “satu-satunya cara kita harus masuk kedalam pikiran Tuan Dika dan disana terdapat gerbang portal menuju alam mimpi Tuan Dika...aku tahu jalur menuju ke gerbang portal itu...apakah kau siap gadis kecil.....” kemudian Sheryl menjawab dengan percaya diri “demi menyelamatkan Kak Dika aku selalu siap dan kalau perlu nyawaku akan ku pertaruhkan.....” kemudian Sheryl menatap ke arah Magma, Phima dan Whitie kemudian berkata “apakah kalian juga siap menyelamatkan Kak Dika....?” lalu para penguasa elemen itu dengan kompak menjawab “kami siap....” kemudian Sheryl beserta para penguasa elemen memasuki pikiran Dika dan Whitie sebagai petunjuk arah bergegas menuju ke gerbang portal alam mimpi.  

  Sementara itu di alam mimpi, setengah jiwa Dika berhasil di kurung oleh sosok seperti Sheryl. Perlahan-lahan Dika membuka mata dan terdengar suara tertawa yang tidak asing lagi dan Dika melihat sosok seperti Sheryl itu sedang bersama beberapa prajurit Shadow. Kemudian sosok seperti Sheryl itu berkata “hai kakak...hihiiihiiiii....hiiihiiiii....sudah bangun rupanya....maaf ya kalau selama ini aku berbohong sama kakak....hiihiii......ternyata kakak mudah ditipu ya sama aku......hiihiiii...” Dika menjadi emosi dan berteriak dari balik kurungan “kurang ajar....aku sudah percaya sama kamu selama ini.....tapi mengapa kau berani mengkhianati aku dengan berkomplot dengan prajurit Shadow.....kamu sembunyikan dimana Whitie, Magma dan Phima...? kalau kau sakiti mereka aku tidak mau maafkan kamu Sheryl.....”

“hihi....hiiiiihiiii......bukankah kakak masih marah sama aku dan mereka bertiga....buat apa kakak tanyakan mereka.....mereka sudah aku musnahkan........hihiiihii.....hiiiiihiiii.....” ucap sosok seperti Sheryl itu. kemudian Dika berteriak “bohoooooooooong......tidak mungkin para penguasa elemen itu dapat dengan mudah kamu musnahkan.....”. Sosok seperti Sheryl itu semakin kencang tertawa “hihi...hiiii.....mereka bertiga sudah berhasil aku tipu sama seperti aku menipu kakak.....bodohnya mereka....hii....hiiii....hiii.....”. tiba-tiba Dika terdiam dan merasa ada sesuatu yang aneh dengan Sheryl, tak biasanya Sheryl berbicara dengan ketawa seperti itu dan biasanya juga Sheryl berbicara dengan nada manja. “kakaaak....kenapa diam.....kakak lagi nangis ya....hihiiihii.....hiiihiiii.....” Dika terus mendengar suara sosok seperti Sheryl itu dan hati Dika makin yakin kalau sosok itu bukan Sheryl dan Dika pun memancing pertanyaan kepada sosok itu “benar kamu yakin sudah memusnahkan mereka bertiga...? bukankah kamu sangat sayang sama Whitie dan Phima....?” sosok itu pun terpancing dan menjadi emosi menjawab “ia....aku sudah memusnahkan mereka bertiga....lagipula aku tidak kenal namanya Whitie dan Phima.....” kemudian Dika tertawa “hahahaaaaaaaa.....tertipu kau iblis......sudah kuduga kamu bukan Sheryl dan kamu hanya menyerupai dia....tunjukkan wujud aslimu....aku tidak takut kepadamu....” sosok itu tertawa cekikikan ketika  Dika sudah menyadari kalau sosok itu bukanlah Sheryl, kemudiian sosok itu memutar badannya dan muncul sosok hantu wanita berambut panjang dengan gaun panjang berwarna putih “pintar sekali....hihiiih....hiiihiii....kamu sudah tahu kalau aku bukan hantu gadis kecil itu.....aku sengaja mengurungmu agar hantu gadis kecil dan para penguasa elemen itu kemari untuk menyelamatkanmu....mereka tidak akan bisa menggunakan kekuatan mereka di alam mimpi ini.....karena ini adalah duniaku......hi....hiii.....hiii....” ucap hantu seribu wajah itu dan Dika pun samakin marah “jangan terlalu yakin makhluk busuk.....para penguasa elemen dam Sheryl akan dapat mengalahkanmu.....”. Hantu seribu wajah itu hanya tertawa “hihihi....hiiihiii.....hiihii........tenang saja aku sudah siapkan sambutan untuk mereka......” dan hantu itu menghilang dari pandangan Dika.

Dika terkulai lemas dan duduk dengan perasaan sangat menyesal sudah marah-marah dengan Sheryl dan para penguasa elemen, dia berfikir kalau saja dia tidak semarah itu dan sedari awal menyadari hantu itu bukanlah Sheryl kejadian ini tidak akan terjadi, “maafkan kakak.....kakak sudah semena-semena sama Sheryl.....aku baru sadar kalau Sheryl berusaha menjadi kuat karena ingin membantu aku melawan Shadow....ahhhhhhhh...bodohnya akuuuuuu......”.

Di lain tempat, Sheryl, Phima dan Magma terus mengikuti Whitie, Ternyata jalan menuju ke gerbang portal alam mimpi itu sangat panjang sekali seperti tidak ada ujungnya, akan tetapi mereke berempat tidak menyerah begitu saja dan terus menyusuri jalan itu hingga akhirnya mereka melihat gerbang portal dunia mimpi. Tak disangka, di depan gerbang portal itu berdiri beberapa makhluk berjubah hitam yaitu prajurit-prajurit Shadow sudah menunggu mereka. Sheryl dan ketiga penguasa elemen menghentikan langkahnya. “Whitie bagaimana ini...? ternyata kedatangan kita sudah diketahui....” tanya Sheryl khawatir. Magma akhirnya menawarkan diri “hai gadis kecil...aku akan mengalihkan perhatian mereka...kalian langsung masuk ke dalam portal itu dan lanjutkan perjalanan kalian untuk selamatkan Tuan Dika....” Sheryl tak percaya dengan perkataan Magma kemudian ia menatap Magma dan berkata “terima kasih Magma, tapi apa kamu sanggup melawan mereka sendirian...?” kemudian Magma menjawab “jangan banyak basa basi, waktu kita tidak cukup...cepat pergi sanaaaaaa....aku akan menyusul kalian nanti” merasa tak banyak waktu lagi Sheryl pun menuruti perkataan Magma dan sebelum meninggalkan Magma sendiri ia berkata “jaga diri kamu Magma....aku akan marah kalau kamu sampai kalah...” Magma hanya tersenyum kecil kemudian Sheryl derngan Phima dan Whitie bergegas melanjutkan perjalanan.

    Magma dengan berani menghadapi makhluk-makhluk berjubah hitam itu untuk mengalihkan perhatian mereka agar Sheryl dan ke dua penguasa elemen dapat masuk kedalam gerbang portal itu. Akhirnya mereka bertiga masuk kedalam portal itu dan Sheryl sempat menengok kebelakang melihat Magma bertempur dengan makhluk-makhluk jubah hitam itu kemudian Whitie memanggilnya untuk segera bergegas. Magma terus melakukan perlawanan hingga berhasil melenyapkan mereka, akan tetapi  makhluk jubah hitam itu seperti yang tidak ada habisnya dan akhirnya Magma kewalahan menghadapi mereka yang jumlahnya semakin banyak dan terus mengepung Magma dari segala arah, beberapa kali Magma terkena serangan para makhluk jubah hitam itu hingga akhirnya Magma pun rubuh di tanah dan mereka menghunuskan senjata ke arah Magma yang sudah kelelahan.

Tiba-tiba sambaran kilat halilintar dari langit menyambar makhluk-makhluk jubah hitam itu dan memusnahkan mereka semua, Magma berusaha bangkit untuk melihat siapa yang datang “jangan dulu banyak gerak Magma, sebaiknya kamu istirahat dulu....ini aku Tito ksatria halilintar....kemana yang lain....” “oh syukurlah ternyata Tuan....dari mana kau mengetahui dunia ini....? gadis kecil dan yang lain sudah masuk ke portal gerbang itu....kita tidak punya banyak waktu lagi...” Magma menjawab sambil berusaha bangkit dan Tito membantunya untuk bangun. “tapi keadaan kamu kayak gini...gimana mau ngelawan musuh....sudahlah biarlah aku saja yang urus....kamu istrahat dulu disini...” ucap Tito. “tidak....aku masih sanggup untuk berdiri dan bertarung.....aku bukan makhluk yang lemah....” jawab Magma sambil berusaha mengibas-kibaskan sayapnya dan bersiap untuk terbang, akan tetapi ketika Magma mencoba untuk terbang, langsung terhempas lagi ke tanah dan beberapa kali dia mencoba terbang kemudian jatuh kembali hingga dia pun terkulai lemas, kemudian Tito mendekati Magma “sudah menyerahkah jagoan....? aku sudah bilang istirahat dahulu disini dan biar aku yang urus semua...aku tahu Dika sangat berarti buat kalian semua seperti halnya aku...tapi kalau kamu memaksa begini Dika pun akan sedih dan tidak akan menginginkan hal buruk terjadi sama kalian....”

Magma pun terdiam dan menyadari dengan kesalahannya kemudian berkata “pada awalnya aku merasa Tuan Dika tidak pantas untuk menjadi seorang ksatria pelindung dua dunia, akan tetapi ketika melihat Sheryl sangat yakin dan menyayanginya aku menyadari kalau Tuan Dika memiliki rasa kasih sayang yang tulus kepada semua makhluk dan membuat aku sadar kalau dia memang anak yang terpilih dan pantas untuk menjadi ksatria..maka dari itu aku akan berusaha melindunginya dan berjuang bersama menyelamatkan dunia kami dan dunia manusia....bagaimanapun juga aku akan tetap menolongnya demi Tuan Dika dan Sheryl.....”, “justru aku menyuruh kamu istrahat disini tuh biar Pegasus obatin kamu dulu....makanya dengar dulu napa aku ngomong sampai selesai....” ucap Tito sambil geleng-geleng kepala. Magma hanya diam dan kemudian Pegasus menghampirinya dan mulai mengobati Magma hingga energinya pulih kembali.

Tito, Magma dan Pegasus masuk kedalam portal menuju dunia mimpi menyusul Sheryl dan akhirnya mereka pun bertemu dengan Sheryl di tengah perjalanan dan mereka melanjutkan kembali perjalanan untuk menyelamatkan jiwa Dika. Akhirnya mereka berempat berhenti di sebuah pintu yang sangat tinggi dan luas dengan tidak ada seorangpun penjaga di pintu itu, kemudian Whitie berkata “aneh sekali disini tidak ada satupun penjaga yang menjaga pintu ini...kalian semua waspadalah aku mencium ada yang tidak beres disini....” kemudian Pegagus menjaawab perkataan Whitie “benar...aku juga merasakan hal yang sama penguasa air...” Sheryl, Tito dan para penguasa elemen saling waspada melihat ke segala arah untuk menghindari segala serangan yang akan muncul, tiba-tiba tanah bergetar seperti gempa bumi dan pintu raksasa itu terbuka dengan sendirinya dan mereka berempat semakin bingung ternyata didalam tak ada siapapun. Whitie berkata kepada Sheryl dan Tito “kalian berdua tunggulah disini...kami akan memeriksa didalam apakah ada jebakan-jebakan yang sudah dipersiapkan oleh mereka....ini terlalu sepi...kemungkinan mereka sudah mengetahui kedatangan kita disini...” Sheryl dan Tito hanya mengangguk dan mereka berdua mengikuti perintah Whitie untuk menunggu diluar sementara para penguasa elemen mulai bergerak masuk untuk memeriksa ruangan itu.

Ketika para penguasa elemen memeriksa ruangan itu, tanpa mereka sadari beberapa jaring keluar dari balik dinding di ruangan itu dan mengurung para penguasa elemen, Tito dan Sheryl terperanjat kaget dan mereka berdua bergegas hendak menolong para penguasa elemen, akan tetapi pintu raksasa itu menutup dengan cepat membuat Tito dan Sheryl tidak sempat untuk masuk kedalam. Tito dan Sheryl menyerang pintu raksasa itu dengan kekuatan mereka berdua tapi pintu itu tetap berdiri kokoh dan tertutup rapat, beberapa kali Sheryl dan Tito berusaha menghancurkan pintu tapi tetap tidak ada gunanya. “Buka pintunyaaaaaaaaaa.....Whitie...Phima....Magmaaaa....Pegasus....kalian bertahanlah....aku akan menolong kalian....” Sheryl berteriak-teriak sambil terus berusaha menyerang dan menghancurkan pintu itu dibantu dengan Tito dan pintu itu tidak hancur sedikitpun hingga membuat Sheryl dan Tito kelelahan. Dengan sisa tenaganya Sheryl memukul-mukul pintu itu sambil menangis “buka pintunyaaa....hiks....hiks.....jangan sakiti mereka.....hiks....hiks....aku mohon....” kemudian Tito memeluk Sheryl dan berkata “sudah Sheryl....tak ada gunanya....akupun tak bisa menghancurkan pintu ini....maafkan aku tak bisa menolong kak Dika....mungkin kita pun akan bernasib sama dengan kak Dika...” Sheryl membantah “tidak kak....ini belum berakhir....aku gak akan nyerah sampai disini...” dan menatap Tito dengan berkaca-kaca, kemudian Tito menjawab “terus kamu mau apa sekarang....sementara kita aja gak bisa hancurin pintu itu....” lalu Sheryl menjawab “pasti ada jalan lain yang menuju ruangan itu kak....ayolah kak jangan menyerah.....Kak Dika dan yang lain membutuhkan kita sekarang....” Tito menjawab “okeeeee....kita istirahat dulu sekarang baru nanti kita lanjut untuk mencari jalan lain menuju ke ruangan itu yaaaa....” kemudian Sheryl menjawab “nah gitu donnnk....itu baru kesatria elemen....” lalu mereka berdua beristirahat sejenak untuk memulihkan energi.

Sementara itu didalam setelah Dika, Whitie, Phima, Magma dan Pegasus terkurung dalam jaring yang sangat kuat muncullah sosok hantu seribu wajah dengan didampingi oleh pengawalnya yang bertubuh tinggi besar menjulang keatas yang bernama Golem tertawa senang karena telah berhasil menawan keempat penguasa elemen tanpa harus bersusah payah melawan mereka semua “ akhirnya aku berhasil membuat kalian tak berdaya, ternyata kalian mudah sekali tertipu...hihiihihihiihii....” ucap hantu itu menghampiri keempat penguasa elemen yang sudah tidak berdaya. Kemudian hantu itu menoleh kearah Dika “ hanya segini ternyata kemampuan penguasa elemen yang kamu banggakan selama ini, buang-buang waktuku saja....” ucapnya dengan sombong.

Disaat itu perasaan Dika bercampur aduk antara sedih dan marah menjadi satu ketika melihat keadaan para penguasa elemen sudah tidak berdaya dan berkata lirih “ seharusnya kalian tidak usah menolongku, gara-gara aku kalian menjadi seperti ini...aku tak akan memaafkan hantu itu dan akan kubalas semua yang dia lakukan ini...ku mohon bertahanlah kalian...” tiba-tiba terdengar bisikan suara yang sudah tak asing lagi ditelinga Dika “ Kaa...tenang saja Sheryl dan Kak Tito akan menolong kakak dan yang lain...bertahanlah ka...” Dika tersadar oleh suara bisikan itu, kemudian Dika melihat ke arah para penguasa elemen yang terkurung dan benar saja Dika tidak melihat Sheryl dan Tito yang ikut terkurung disana. “ Syukurlah Sheryl dan Tito tidak ikut terperangkap dan aku yakin mereka masih ada diluar ruangan ini untuk menolong aku dan yang lain....semoga tidak terjadi apa-apa dengan mereka dan hantu itu tidak menyadarinya.... “ rasa optimis muncul seketika dalam hati Dika dan dengan sabar menunggu Sheryl dan Tito menolongnya.

Tiba-tiba saja muncul bayangan hitam melesat dengan cepat menghampiri hantu seribu wajah itu dan seketika menjelma menjadi Shadow dengan memakai jubah berwarna hitam menutupi tubuhnya. Terlihat Shadow berdikusi dengan hantu itu dan menoleh ke arah tempat Dika dikurung dengan tatapan matanya yang merah menyala-nyala tanpa terlihat wajahnya dibalik tudung jubahnya itu. Tak lama mereka berdua berdiskusi kemudian Shadow menghampiri Dika dan berkata “ kau kira aku dan anak buahku itu tidak menyadari Sheryl dan anak terpilih yang satunya itu tidak ikut tertangkap....hahahahaaaaa....kamu salah besar Dika....justru ini bagian dari rencanaku...rencana hebatku...whuaahahahahahaha.....hidup kalian akan berakhir disini...hahahahahahah.... kalian sudah masuk dalam perangkapku dan energi anak kecil itu akan menjadi milikku.....hahahahahah...” kemudian Shadow menghilang dari pandangan Dika.

“ tidak...ini tidak bisa ku biarkan...aku tidak mau Sheryl dan Tito tertangkap juga oleh makhluk terkutuk itu....aku harus kontak batin dengan Sheryl sekarang juga untuk memperingatkannya !!! ” Dika lalu memejamkan mata untuk berkonsentrasi dan berusaha melakukan kontak batin dengan Sheryl, akan tetapi tak ada balasan suara dari Sheryl dan Dika terus berusaha melakukan kontak batin dan hasilnya pun nihil hingga membuat energi yang dimiliki Dika semakin melemah dan akhirnya Dika tersungkur ke lantai, “ ku mohon Sheryl jawablah....” ucap Dika dengan sisa tenaganya dan akhirnya dia tak sadarkan diri. Sementara itu diluar Sheryl dan Tito mulai bergegas mencari pintu masuk untuk menyelamatkan Dika dan para penguasa elemen, beberapa waktu lamanya mencari, mereka tidak menyadari sedari tadi mereka hanya berputar-putar disekitar situ dan tak ada jalan masuk untuk kedalam kecuali hanya masuk ke pintu utama yang besar menjulang tinggi dan membuat mereka berdua kelelahan. Ketika Sheryl dan Tito beristirahat dekat pintu masuk itu, tiba-tiba pintu itu pun terbuka dan membuat mereka berdua terheran-heran.

Belum hilang rasa heran mereka, dari dalam ruangan itu muncul sosok tinggi besar dan berbulu berwarna hitam dengan mata merah menyala memelototi seolah-olah hendak melahap mereka berdua dan tanpa banyak basa basi lagi langsung menyerang Sheryl dan Tito dengan gada besar ditangan kanannya sambil berteriak kencang “ MATILAH KALIAAAAAAAAN........HIIIAAAAAAAA...... ”. Bletaaaaaaak....!!! gada yang besar itu telak mengenai Sheryl dan Tito hingga mereka berdua terlempar jauh dan mereka berdua pun terkapar tak berdaya. Kemudian makhluk besar itu dengan mudahnya menyeret tubuh mereka berdua dan membawanya ke dalam ruangan dimana Dika terkurung. Keadaan Dika semakin lemah dan kemudian ia melihat sosok makhluk besar berbulu menyeret tubuh Sheryl dan Tito sahabatnya, Dika mencoba mengangkat tangan kanannya berusaha memanggil mereka akan tetapi tak mampu dengan keadaan dirinya yang sudah terkulai lemah dan akhirnya ia pun tak sadarkan diri.

Tiba-tiba terdengar suara memanggil-manggil namanya dari alam bawah sadar, Dika berkata dalam hati “Apakah aku sudah mati...? sangat hening sekali disini...apa itu malaikat yang sedang memanggilku...aku belum mau mati sekarang...aku harus menyelamatkan teman-temanku...haaaah...” pelan-pelan Dika membuka matanya dan terlihat di sekelilingnya berwarna putih dan melihat samar-samar sesosok macan yang seluruh tubuhnya dibalut dengan logam. Makhluk itu pun berkata “SALAM HORMAT PANGERAN, TENANGLAH HAMBA BUKAN MUSUH. HAMBA JUSTRU INGIN MENOLONGMU KELUAR DARI ALAM INI.”. lalu Dika berkata “Benarkah demikian yang kamu katakan itu...?kamu siapa dan dari mana asal kamu...?” dan makhluk itu menjawab “SIMPAN DAHULU PERTANYAAN PANGERAN, IZINKAN HAMBA BERSATU DENGAN PANGERAN SEKARANG,HANYA AKU YANG BISA MENYELAMATKAN PANGERAN DAN JUGA YANG LAIN”. Dengan sisa tenaganya Dika mencoba untuk berubah “RENCARNATION OOOON...!!! ELEMENTAL CHANGEEEEEE....!!!” dan sekejap makhluk itu bersinar dan berubah menjadi kristal berwarna silver kemudian kristal itu Dika raih kemudian memasangkannya di sarung tangan harimaunya, seketika Dika tersadar dan sudah memakai kostum baru yang tubuhnya dibalut dengan logam.

Dika memperhatikan lengan serta kostum barunya itu dan berkata “wooow, keren banget kostum ini, sangat berbeda dengan kostum sebelumnya....tapi berat banget rasanya...” kristal silver di sarung tangannya berkata “TIDAK ADA WAKTU UNTUK MENGAGUMI KOSTUM BARU PANGERAN, CEPAT SELAMATKAN YANG LAIN DAN MUSNAHKAN HANTU ITU !!!”. Dika hanya tertawa sambil menggaruk-garuk kepala “heheh...iya aku lupa...oke teman-teman aku akan menolong kalian...” Dika menghantamkan kedua lengannya ke tempat dia ditahan dan dengan sekali hantaman tembok itu pun runtuh. Monster Raksasa dan Hantu Seribu Wajah pun terperanjat kaget ketika melihat Dika masih hidup dan mendapatkan kekuatan barunya berhasil keluar dari ruang tempat ia di tahan oleh mereka. Hantu-hantu itupun saling berpandangan, terlihat Monster Raksasa mulai ketakutan tapi tidak dengan Hantu Seribu Wajah. Dengan sombongnya ia berkata kepada Monster Raksasa itu “Hiiihiiii...hai raksasa jelek tak usah kau takut, dengan penampilan barunya itu belum tentu ia kuat menghadapi kita berdua.....hiihiiiihiiii....” Monster Raksasa itu menganggukkan kepala sambil menggeram tanda mengerti apa yang dikatakan Hantu Seribu Wajah. Kemudian Hantu Seribu Wajah dan Monster Raksasa itu menyerang Dika secara bersamaan dengan kekuatan magis milik mereka. Dika pun terkena hantaman serangan magis kedua hantu itu dan menimbulkan cahaya dan asap. “hihiiihiiii...dia tidak akan selamat kali ini...hihiihiii....rasakan iniii.....haaaaaaaaaa......!!!” tanpa ampun kedua hantu itu menyerang Dika. Kedua hantu itu pun berhenti menyerang Dika, sedikit demi sedikit asap mulai menghilang dan Dika tetap berdiri tegak tanpa terluka sedikitpun. “Apaaaaa....tidak mungkin kamu selamat dari serangan kita berdua....” pekik Hantu Seribu Wajah histeris melihat musuhnya tak terluka sedikitpun.

Kemudian Dika berjalan dengan santai mendekati kedua hantu itu dan mereka berdua terus menerus menyerang Dika dengan kekuatan magisnya dan ajaibnya Dika tidak sedikitpun terkena serangan mereka dan terus berjalan menghampiri mereka. Ketika sudah sangat dengan dengan Monster Raksasa itu Dika memukul kaki raksasa itu tanpa ia sadari dan Monster itu berteriak kesakitan dan suaranya sangat kencang sekali membuat ketiga penguasa elemen, sheryl dan Tito sadarkan diri. “Sheryl, tito dan teman-teman....tenanglah aku akan menyelamatkan kalian...” sheryl dan yang lain melihat Monster Raksasa itu berhasil Dika Robohkan, Sheryl berteriak memberi semangat “Ayo Kakak, Kakak pasti bisa...semangat Kak...” tak disadari Sheryl meneteskan airmata tanda bahagia melihat Dika tidak apa-apa dan menjadi lebih kuat. Dengan membabi buta Monster Raksasa itu menyerang Dika, akan tetapi sia-sia saja dan Dika terus menyerang kaki Monster itu hingga ia pun roboh ke tanah dan tanpa menunggu lama Dika mulai menyerang tubuh monster itu tanpa ampun...”aaaaaaaaaaaaarrrrggg....aaaaampppuuunnn....aaakuuu menyeraaaah manusia...ampuni akuuu.....” Monster itu berteriak kesakitan dan meneteskan airmata, Dika pun menghentikan serangannya dan melihat Monster itu mengeluarkan airmata.

”Kenapa kamu menangis hah...bukankah kamu sudah melukai kedua temanku itu....” tanya Dika kepada Monster itu. “ampuuun manusia....aku terpaksa lakukan itu karena keluargaku ditahan oleh Shadow, kalau aku bisa membunuh kalian dan menyerahkan gadis kecil itu keluargaku akan mereka lepaskan...ampppuuunn....” tiba-tiba dari belakang sekelibat cahaya mengenai punggung Dika, ternyata Hantu Seribu Wajah mulai menyerang Dika dan Monster Raksasa itu. “Dasar Raksasa tidak berguna...kamu sudah terlalu banyak bicara kepada musuh...aku akan musnahkan kauuuu....haaaaaa.” Dika berusaha melindungi Raksasa dari serangan Hantu Seribu Wajah itu dan berkata “aku percaya padamu, aku akan berusaha menyelamatkan keluargamu itu nanti, aku janji....sekarang aku akan tuntaskan dulu dengan hantu terkutuk itu....maafkan aku sudah menyerangmu...” Dika pun berbalik dan meninggalkan Makhluk Raksasa itu dan menyerang balik Hantu Seribu Wajah. Dika lalu menghujamkan pukulan ke tubuh Hantu Seribu Wajah itu dan Hantu itu pun terpelanting jauh kemudian Dika mengejar hantu itu dan terus menyerang hantu itu tanpa ampun hingga hantu itu tak berdaya. “FINAL ATTACK...SPIKE CRUSHER....” dengan jurus pamungkas barunya Dika berhasil memusnahkan Hantu Seribu Wajah itu dan kemudian Dika membebaskan teman-temannya. Sheryl dan teman-temannya menghampiri Dika dengan sukacita.

Tiba-tiba Monster Raksasa itu bangun dan mendekati Dika, Sheryl dan teman-teman Dika bersiap menyerang Raksasa itu akan tetapi dicegah oleh Dika “eiiiiit....stooop...kalian jangan serang Raksasa ini....dia teman kita sekarang...iya khan...” ucap Dika sambil melirik ke arah Raksasa itu. Raksasa itu hanya terdiam tak tau harus berkata apa melihat ketulusan hati manusia yang baru kali ini ia rasakan dan tak sadar menganggukkan kepala “apaaaaa....teman kitaaaaa....kakak...dia sudah serang aku sama Kak Tito tauuuu....uuuuhh awassss yaaaa....” Sheryl masih emosi tapi dengan lembut Dika berkata “tenang adikku...dia lakukan itu karena keluarga dia ditawan oleh Shadow, dia terpaksa melakukan itu semua kepada kalian dan aku” lalu Monster Raksasa itu berlulut dan berkata “aku minta maaf sudah melukai kalian, aku terpaksa harus membunuh kalian, kalau tidak keluargaku akan dia musnahkan...aku minta maaf...” Monster Raksasa itu pun menangis tanda menyesal dan Sheryl mendekati Monster Raksasa itu “Okay....kalau memang seperti itu keadaannya...aku akan memaafkanmu...sudah-sudah tak usah menangis....” kemudian Sheryl menggenggam jari Raksasa itu dan berkata “Aku janji, kakak dan kita semua akan menolong keluarga kamu....tapi kamu juga janji ya tidak akan nakal dengan kami....hiihihi” Makhluk Raksasa itu menghapus airmatanya dan tersenyum mendengar ucapan Sheryl dan dia memandang satu persatu teman barunya itu “Kalian adalah teman aku sekarang, bagaimana aku menebus kebaikan kalian semua...” lalu Dika menjawab “emmmmmhhh...kamu tau gak bagaimana caranya agar kita semua keluar dari sini...”. Monster Raksasa itu berkata “ikuti aku teman-teman....aku tahu cara untuk mengeluarkan kalian dari sini...” lalu Dika,Sheryl, Tito dan Ketiga Penguasa Elemen itu mengikutinya dari belakang.

Hingga mereka pun sampai disuatu tempat dan memiliki portal waktu yang sudah terbuka. “masuklah kalian ke portal itu, kalian akan kembali ke tempat asal kalian.” Ucap Monster Raksasa itu dan kemudian mendekati Dika “apakah kamu akan menepati janjimu untuk menyelamatkan keluargaku setelah kalian keluar dari sini...?” Dika mengangguk dan berkata “aku janji sahabatku...kita akan kembali lagi untuk menolong keluargamu” dan Monster Raksasa itu menjawab “baiklah aku akan pegang janjimu itu...selamat jalan teman-teman...aku akan menunggu kalian disini...”. kemudian Dika, Sheryl, Tito dan ketiga Penguasa Elemen menghilang dari pandangan Raksasa itu dan kembali ke alam manusia. Di alam manusia orang tua Dika sudah sangat khawatir dengan kondisi anaknya yang sudah 1 minggu dalam keadaan koma hingga dokter pun menyangka jika Dika sudah meninggal, tiba-tiba saja Dika mengehela nafas dan terbangun, semua yang ada disitu tersontak kaget melihat Dika.

Mereka yang ada di ruangan itu hanya saling pandang sesaat dan Ibu Dika langsung memeluk anaknya tercinta sambil menangis “Dikaaaaa....akhirnya kamu sudah sadar naaaaak.....ya allaaah yaaaah anak kita sudah bangun...”histeris Ibu Dika dan Ayah Dika pun memeluk Dika sambil berbisik “hebat kau naakk...kesatria elemen...” Dika pun hanya terdiam dan terkejut dengan ucapan ayahnya itu. Selang beberapa hari Dika pun pulih seperti sedia kala dan Dika melihat ada sosok yang baru ia lihat diantara ketiga penguasa elemen ketika semuanya berkumpul di malam hari di teras lantai 2 rumahnya itu.”akhirnya sudah ada 4 kesatria elemen sekarang Sheryl....kita akan lebih kuat menghadapi Shadow dan pasukannya...” ucap Dika memandang Sheryl dan Sheryl mengangguk “yupss...kita akan semakin kuat kaaaa...aku yakin ituuu....” jawab Sheryl sambil keduanya menatap bintang-bintang yang sedang bersinar dimalam itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar