Bintang-bintang bersinar dengan
terang menghiasi langit malam itu, Sheryl sedang duduk diatas atap rumah Dika menatap
langit dengan perasaan sedih dan bersalah. Ditemani oleh ketiga penguasa elemen
yang setia menemani, Sheryl masih menyimpan perasaan amat bersalah terhadap
Dika yang hingga saat ini Dika tak mau berkomunikasi apalagi mengajaknya
bermain seperti hari-hari sebelumnya. Phima yang saat ini sudah terlepas dari
pengaruh kekuatan kegelapan berusaha menghibur dan duduk disamping Sheryl
bergantian dengan Whitie. Phima cukup lama memandang Sheryl, terlihat dari
kelopak matanya keluar cahaya kecil berwarna putih. Rupanya sedari tadi Sheryl
menangis diam-diam, kemudian Phima menjilati wajah Sheryl untuk menghapus
airmatanya. Sheryl tersontak kaget, dia tidak menyadari Phima sudah ada
disampingnya dan kemudian Sheryl memeluk erat Phima, terdengar isak tangis
Sheryl pelan dan Phima pun terdiam. “putri, mengapa sedih sekali ? apa yang
bisa aku lakukan untuk menghiburmu...” tanya Phima memulai pembicaraan.
Mendengar isak tangis Sheryl yang memilukan, Whitie pun ikut menemani di sampingnya
untuk membantu menghibur. “mungkin aku akan berbicara dengan Dika tentang
kesalahpahaman ini, aku tahu niat tulusmu sayang....tunggulah disini
sebentar....” Whitie pun ikut berbicara dan mencoba menenangkan Sheryl.
Sheryl tidak
menjawab dan terus menangis sambil memeluk Phima, lalu Whitie pun pergi menemui
Dika. Didalam kamar Dika terlihat sibuk menulis rumus-rumus matematika dan
berusaha belajar untuk mempersiapkan Ujian Nasional yang akan dia hadapi minggu
depan nanti, “assalamualaikum, apakah kedatanganku mengganggu ?” Whitie memberi
salam. “waalaikum salam, ada perlu apa ?” jawab Dika sambil menghentikan
menulisnya tanpa mau menoleh ke arah Whitie. “aku tahu Tuan Dika masih marah
kepada kami, akan tetapi apakah tidak ada kesempatan untuk kami menjelaskan
duduk permasalahan kesalahpahaman ini” ucap Whitie memulai pembicaraan. Lalu
Dika menjawab “bukankah sudah jelas, kalian semua sudah tidak membutuhkan
aku...kalian bisa khan bertarung melawan Shadow bersama Tito yang kalian tahu
dia lebih kuat dibanding aku...”. White lalu berkata “Tuan Dika sudah salah
paham kepada kami, kami memang salah tidak memberitahukan sebelumnya tentang
Portal itu dan Dunia Kristal, akan tetapi kami tidak bermaksud tidak
mempercayai tuan....” lalu Dika menjawab “alaaaaah.....bukan saatnya untuk
membahas itu sekarang....aku lagi sibuk....jangan ganggu aku dahulu....terserah
kalian mau kemana sekarang aku tak perduli.....!!!!”. Whitie tidak mempercayai
dengan apa yang ia dengar, ternyata Dika amat sangat marah sehingga tega mengusir
seperti itu, akan tetapi Whitie tahu Dika masih emosi dan tidak sungguh-sungguh
berkata demikian, lalu dengan tetap tenang Whitie pun menjawab “baiklah, saya
mohon maaf telah mengganggu Tuan....tenangkan saja diri Tuan beberapa
saat....”.
Whitie pun pergi
meninggalkan Dika sendiri. Kemudian Whitie kembali menghampiri Sheryl kemudian
berkata “Tuan Dika masih marah kepada kita semua, tapi kita tunggu saja
beberapa hari agar Tuan Dika menenangkan hatinya” lalu Magma berkata dengan
sinis “apa maunya manusia itu, sombong sekali dia terhadap kita...tanpa kita
dia tidak ada apa-apanya...” mendengar itu Whitie menjawab “sudah kamu tenang
dahulu, kamu tidak tahu perasaan Tuan Dika yang sebenarnya, dia sebenarnya
masih membutuhkan kita akan tetapi Tuan Dika masih emosi dan memiliki banyak
pikiran saat ini” kemudian Magma hanya terdiam mendengar perkataan Whitie itu.
Lalu Sheryl bertanya kepada Whitie “lalu apa yang akan kita lakukan sekarang ?
aku gak mau pergi dari sini....aku sangat yakin sama Kak Dika kalau Kak Dika
akan maapin kita semua dan aku sangat sayang sama Kak Dika dan ingin melindungi
Kak Dika” melihat tatapan mata Sheryl
berkaca-kaca kemudian Whitie menjawab “kita tidak akan pergi gadis kecil, kita
akan terus melindungi Tuan Dika meskipun ia masih marah seperti itu. setelah
Tuan Dika tertidur kita akan masuk kedalam dan melindunginya disaat ia
terlelap” mendengar perkataan Whitie itu, Sheryl mulai tersenyum dan bergantian
memeluk Whitie dan bekata “thank you so much Whitie....”.
“KURANG
AJAAAAAAAAAR.....PENASEHAT KEMARI.....!!!!”
teriak Shadow memanggil Penasehat Kerajaan, tak lama Penasehat
Kerajaanpun muncul dan mendekati Shadow sambil memberi hormat. “BAGAIMANA INI
SEKARANG ? TAWANAN YANG SUDAH AKU JADIKAN PRAJURIT TERKUATKU ITU SEKARANG SUDAH
BERSAMA SHERYL MEREKA SEKARANG SUDAH MENJADI BERTIGA MENDAMPINGINYA DAN AKAN
SEMAKIN SULIT UNTUK MENCULIKNYA....APALAGI SUDAH MUNCUL KSATRIA LAIN YANG
MEMBANTU DIA DAN DIKA....CARI TAHU ASAL USUL KSATRIA MISTERIUS ITU....” ucap
Shadow murka dan sudah terlihat gusar. “yang mulia tenang saja, hamba
menyiapkan makhluk yang akan mengalahkan mereka semua untuk mengulur waktu agar
rencana yang mulia bisa terwujud, karena hamba sedang mempersiapkan sebuah alat
yang dapat membuka portal dengan alam manusia dan kita akan leluasa mengambil
jiwa-jiwa murni yang tidak hanya dari manusia yang sudah meninggal dan hantu
kecil itu, akan tetapi manusia yang masih hidup untuk membangkitkan
prajurit-prajurit kegelapan yang akan memusnahkan prajurit-prajurit penguasa
elemen selamanya”. Mendengar ucapan Penasehat Kerajaan itu, Shadowpun tertarik
dan dengan semangat untuk melihat alat itu, akan tetapi Penasehat itu tidak
memperbolehkan dan ia mengatakan kalau alat itu masih dalam tahap penyelesaian.
Lalu
Shadow memerintahkan
Penasehat memanggil makhluk yang Penasehat itu maksud “PANGGIL MAKHLUK YANG KAU
MAKSUD TADI, AKU TIDAK SABAR UNTUK MELIHATNYA....”. “Baiklah yang mulia....”
ucap Penasehat itu dan kemudian ia mengetuk-ngetuk tongkat sakti ditangannya ke
tanah sebanyak 3x, tak lama muncul di tanah bulatan berwarna hitam bergerak
kesana kemari dengan cepat, lalu muncul sesosok gadis kecil yang sudah tidak
asing dilihat oleh Shadow.. shadowpun tersontak kaget kemudian secara spontan
Shadow memakai pakaian tempurnya dan mengarahkan senjatanya ke sosok seperti
Sheryl itu. Penasehat itu berkata “tenangkan dirimu yang mulia, yang mulia
lihat sekarang memang wujud hantu anak kecil itu, akan tetapi dia sebenarnya
adalah hantu seribu wajah. Kemudian sosok Sheryl itu mulai berubah menjadi
sosok perempuan berambut panjang dengan wajahnya yang hancur dengan memakai
gaun tidur yang panjang dan memiliki kuku jari yang panjang dan tajam.
“perkenalkan yang mulia, aku adalah hantu seribu wajah. Aku bisa berubah wujud
menjadi siapapun...hihi....hihiiii....hiiii” ucap hantu seribu wajah itu sambil
tertawa cekikikan. Lalu Shadow mendekati hantu itu masih ragu dan bertanya
“APAKAH KAU HANYA MEMILIKI KEMAMPUAN BERUBAH WUJUD SAJA ? ITU TIDAK CUKUP
MENGALAHKAN DIKA DAN PARA PENGUASA ELEMEN....BAGAIMANA AKU BISA MENCULIK SHERYL
HAAAH....”.
Hantu seribu wajah
itu menjawab “hihihiii....hihiiiiii.....masalah Dika dan teman-temannya biar urusan
aku, yang mulia bisa menculik Sheryl nanti” “mau aku tunjukkan kemampuanku yang
lain....?” ucap Hantu itu dengan nada genit menggoda Shadow. “TUNJUKKAN SAJA
KEMAMPUANMU YANG LAIN, TAK USAH BUANG-BUANG WAKTU DAN JAGA SIKAPMU...” ucap
Shadow tidak bergeming dengan sikap hantu itu dan hantu itu pun tak berani
menggoda lagi kemudian ia berkata “okeee...aku ingin yang mulia menyerangku
sekarang...hihihiiiii....hihiiiiii......” mendengar ucapan hantu itu Shadow pun
bingung dan melihat ke arah Penasehat, kemudian Penasehat itu menagggukkan
kepala memberi isyarat kepada Shadow untuk menuruti permintaan hantu itu.
Shadow pun mengeluarkan energinya untuk menyerang hantu itu sambil berkata “KAU
TIDAK AKAN BISA MELAWAN KEKUATANKU....” kemudian hantu itu berkata “LIAT SAJA
NANTI...”. Shadow pun melepaskan energi
kekuatannya menyerang hantu itu dan tak disangka tubuh hantu seribu wajah itu
seperti menelan energi kekuatan Shadow ketika energi itu mengenai tubuh hantu
seribu wajah yang Shadow arahkan kepadanya kemudian hantu itu mengangkat kedua
lengannya ke arah Shadow dan dari telapak tangannya muncul energi yang sama
yang dimiliki Shadow kemudian menyerang balik Shadow. Shadow pun spontan
menghindari serangan itu dan kemudian bertepuk tangan dengan puas
“BRAVO....BRAVOOO...TERNYATA KAU SANGAT KUAT SEKALI MISSSSSS.......KAU BISA
MENYERANG BALIK ENERGI KEKUATAN DARI LAWAN....DIKA DAN PARA PRAJURIT PENGUASA
ELEMEN ITU PASTI TIDAK AKAN BERDAYA MELAWANMU....HAHAHAHAHAHAHAH” lalu hantu
itu berkata “terima kasih atas pujianmu yang mulia...hihiihiii....aku juga
punya rencana bagus yang mulia.....”.
Hantu itu tidak
hanya kuat tapi juga ia memiliki ide yang cerdas sehingga membuat Shadow
tertarik kepadanya. Hantu itu lalu menjelaskan rencana jahatnya kepada Shadow
dan Shadowpun mengangguk senang. “CEPAY LAKUKAN RENCANAMU ITU....AKU TIDAK MAU
MENDENGAR KAU GAGAL.....PAHAAAAM...” ucap Shadow memerintahkan hantu itu pergi
dan kemudian hantu itupun berjalan kebelakang dengan kaki yang tidak menyentuh
tanah dan menghilang di kegelapan. Hantu seribu wajah itu ternyata memiliki
kemampuan untuk melewati portal manusia dan saat ini sedang mencari keberadaan
Sheryl dengan para penguasa elemen. “hihihih...hihihiii....aku akan buat yang
mulia Shadow terkesan padaku....akan kudapatkan gadis kecil itu dan
menghancurkan para penguasa elemen...” gumam hantu seribu wajah itu sebari
melesat terbang dan akhirnya dia merasakan keberadaan Sheryl di sebuah rumah
yang bertingkat, kemudian dia pun turun dan sekejap menjelma menjadi seekor
kucing hitam agar keberadaannya tidak diketahui oleh Sheryl dan para penguasa
elemen, setelah menjadi seekor kucing hitam ia menghampiri tembok rumah itu dan
melihat kearah atas. Hantu itu melihat
Sheryl dan para penguasa elemen sedang berada diatas atap rumah, dengan
kemampuan pendengaran yang sangat tajam, ia pun menguping pembicaraan mereka. Hantu
itu terus menyimak percakapan Sheryl dengan para penguasa elemen dan dia pun
mengetahui kalau ternyata antara mereka berempat dengan seseorang yang bernama
Dika terjadi konflik dan hantu yang sudah menjelma menjadi kucing hitam itu tersenyum
dan sudah menemukan cara agar mereka berempat menjadi terpecah belah sehingga
Sheryl dapat dengan mudah diculik. Hantu itu pun menyelinap masuk ke belakang
rumah itu dan menunggu saat yang tepat untuk menjalankan rencana busuknya.
Sheryl dan para
penguasa elemen tidak menyadari bahaya sedang mengintai mereka semua, mereka
terlalu larut dalam pembicaraan dan tak terasa waktu semakin larut, kemudian
Whitie berkata “Tuan Dika sepertinya sudah tertidur lelap, sebaiknya kita masuk
kedalam untuk menjaganya...” Sheryl mengangguk dan mengajak Phima dan Magma masuk
ke dalam kamar Dika. Ketika Sheryl dan para penguasa elemen masuk kedalam,
hantu itu pun segera beraksi, ia kembali merubah dirinya menjadi seperti
semula. Ia menyentuh tembok rumah itu dan kemudian dalam sekejap menghilang. Di
dalam kamar Sheryl melihat Dika sedang tertidur lelap dan berbisik pelan
“maapin Sheryl ka...Sheryl sayang sekali sama kakak....Sheryl gak bermaksud
tidak mengajak kakak, Sheryl hanya ingin buat kejutan buat kakak...biar kakak
kaget liat Sheryl lebih kuat dan bisa melindungi kakak...karena kakak sudah
banyak membantu Sheryl....” tak terasa airmatanya keluar dan Whitie dengan
lembut mengusap airmata Sheryl. “sudahlah gadis cantik...biarkan Tuan Dika
beristirahat....aku tahu kalau Tuan Dika pun sangat sayang kepadamu...” Phima
mengigit gaunnya yang terurai ke bawah untuk mengajaknya bermain dan
menghiburnya. Melihat tingkah laku Phima seperti itu Sheryl pun tersenyum dan
kemudian menerima ajakannya dan meninggalkan Dika yang sudah terlelap. Sheryl
dan para penguasa elemen tidak menyadari hantu seribu wajah itu sudah masuk
kedalam tubuh Dika tanpa ada hambatan. Hantu itu lalu mulai mempengaruhi
pikiran Dika dengan mimpi yang sangat buruk.
Pada awalnya Dika
bermimpi bersama kedua orang tuanya bertamasya ke sebuah tempat yang memiliki air
terjun yang indah. Dika dan ayahnya masuk ke dalam danau yang airnya sangat
jernih tepat di bawah air terjun itu. Mereka berdua asyik berenang dan ibu
berada di pinggir danau menunggu mereka berdua. Ketika Dika menyembulkan
kepalanya dari dalam air, tiba-tiba keadaan menjadi sangat sepi dan orang tua
Dika menghilang, Dika berusaha mencari keberadaan orang tuanya sambil memanggil
mereka, tapi mereka tetap tidak ketemu. Akhirnya Dika menyudahi untuk berenang
dan kembali ke tepi danau, setelah memakai pakaiannya Dika melanjutkan untuk
mencari orang tuanya yang tiba-tiba menghilang, dia terus berjalan menjauhi air
terjun itu dan bergegas menuju tempat parkir mobil yang tidak jauh dari danau
itu. Sesampainya di tempat parkir, Dika tidak melihat seorang pun atau mobil
yang sedang parkir saat itu. Seingat Dika, beberapa saat lalu Dika melihat
banyak sekali orang-orang yang bertamasya ke tempat ini. Dika mulai diliputi
ketakutan dan semakin kebingungan, dalam pikirannya ia memikirkan bagaimana ia
bisa pulang kerumah. Dika tidak menyadari kalau ia sedang bermimpi, mimpi itu
serperti kenyataan. Dengan perasaan bingung Dika akhirnya berjalan kaki, dia
berfikir mungkin di dalam perjalanan nanti akan bertemu dengan pengendara mobil
atau sepeda motor, sehingga ia bisa menumpang untuk pulang. Sepanjang
perjalanan Dika sesekali melihat ke belakang dan berharap ada pengendara mobil
atau motor melintasi jalan itu, akan tetapi tetap tak ada satupun yang
melintas. Dika pun terus berjalan kaki dan udara dingin terus menghinggapi
tubuh Dika.
Hanya langkah kaki
yang menemani Dika sepanjang jalan dan melawati pohon-pohon yang menjulang
tinggi dan bentuk yang menyeramkan. Semakin lama Dika semakin ketakutan dan
terus mengucapkan Doa-Doa untuk menghilangkan ketakutannya. Terbersit dalam
pikirannya Dika ingin memanggil Sheryl dan para penguasa elemen akan tetapi ia
teringat sikap mereka berempat yang sudah tidak menghargainya lagi
“huuuh....ngapain sich manggil mereka segala....mereka aja gak ngehargai
aku....mereka bukan sahabatku dan aku gak akan memaafkan mereka titik.....”
ucap Dika kesal dan bertekad meneruskan perjalanannya sendirian tanpa bantuan
mereka. Sayup-sayup terdengar suara perempuan tertawa cekikikan, awalnya Dika
tidak terlalu jelas mendengarnya akan tetapi suara itu makin terdengar jelas
dan Dika mengehentikan langkahnya dan terdiam di bawah sebuah pohon yang besar
dan tinggi, kemudian ia mendengar lebih seksama suara itu. Bulu kuduk Dika pun
berdiri, badan Dika menjadi bergetar dan amat sangat ketakutan, karena suara itu
berasal dari atas pohon tempat dia berhenti. Mulutnya tak henti-henti membaca
doa memohon perlindungan Allah SWT, Dika hanya bisa menundukkan kepala dan
muncul rasa penasaran untuk melihat ke atas berasal darimana suara misterius
itu, tapi rasa takutnya mengalahkan rasa penasarannya akhirnya Dika hanya bisa
terdiam tak bisa lakukan apapun selain terus berdoa. Beberapa saat Dika terdiam
dan mulai memberanikan untuk melihat ke atas pohon, perlahan-lahan Dika
menggerakkan kepalanya menuju ke atas pohon sambil memejamkan mata dan ketika
kepalanya sudah mendongak ke atas, matanya membuka sedikit dan samar-samar
terlihat sosok yang tidak asing dilihat, dan Dika membuka matanya. Ternyata
Sheryl yang duduk diatas pohon dengan kaki yang mengguntai ke bawah, Dika tetap
konsisren masih marah lalu dia pun melanjutkan perjalanan tanpa menghiraukan
sosok yang seperti Sheryl itu.
Merasa tidak
dihargai lalu sosok itu turun dan mengikuti Dika dari belakang, awalnya Dika
tidak menghiraukan akan tetapi sosok seperti Sheryl itu terus bersiul-siul
mengalihkan perhatiannya sehingga membuat Dika menjadi risih dan berbalik ke
arah sosok itu dan Dika pun menatap tajam Sheryl tanpa mengucap sepatah
katapun. Sosok itu dengan tenang hanya tersenyum terus bersiul tidak
menghiraukan Dika yang sedang menatapnya. Merasa dengan sikapnya itu sia-sia
maka Dika pun mulai berbicara “ngapain kamu kesini...? bukankah kamu dan para
penguasa elemen tidak membutuhkan aku lagi....aku bisa kok bertahan tanpa
kalian semua....lagipula ini hanya mimpi kok....nanti juga aku bangun....pergi
sana” ucapan Dika itu tetap tidak dihiraukan oleh sosok itu malah ia terus
bersiul-siul. Merasa tidak dihargai Dika semakin kesal dan berkata “percuma
ngomong sama kamu juga....” kemudian Dika membalikkan badan dan meneruskan
perjalanan sampai menunggu bangun dari tidur.
Dika terus berjalan
dan terus menenangkan dirinya kalau ini hanyalah mimpi buruk saja tanpa
menghiraukan suara siulan sosok yang seperti Sheryl itu. Tiba-tiba Dika merasa
sesak nafas dan pandangannya menjadi kabur “ya Allah....kenapa ini....kenapa
tiba-tiba aku merasa sesak....” Dika pun berlulut ke tanah sambil memegang
dadanya yang sedikit sesak dan panas. Semakin lama Dika semakin tidak dapat
bernafas dan pandangannya menjadi semakin buram, Dika dengan sisa tenaganya
mencoba menengok kebelakang dan dia melihat sosok seperti Sheryl itu bersama
dua makhluk berjubah hitam yang merupakan prajurit Shadow. Dika sangat kaget
apa yang dia lihat dan berfikir kalau selama ini Sheryl mengkhianatinya dan
menipunya, dengan terbata-bata sambil tangannya hendak meraih sosok itu berkata
“te...ternyataaa...ka...ka...kaa...muuu...” dan tak lama kemudian pandangan
Dika menjadi gelap dan tak sadarkan diri.
Sementara itu di
kamar Dika setelah Sheryl puas bermain dengan Phima, ia mendekati Dika yang
terlihat tidur pulas dan Sheryl tidak mencurigai apa yang terjadi dengan Dika
di alam mimpi, dan Sheryl dengan para penguasa elemen menjaga Dika hingga pada
pagi harinya terjadi hal yang tidak biasa dengan Dika, jam sudah menunjukkan
pukul 7 lewat Dika belum juga bangun dari tidrunya, Sheryl merasa heran dan
berusaha menggoyang-goyangkan tubuh Dika “kaaaa...bangun kaaaa....udah
siaaaaang.....nanti kesiangan sekolahnya....” tapi Dika tetap dalam keadaan
tidur. Beberapa kali Sheryl mencoba membangunkan tapi Dika tetap tidak bangun
dan Sheryl menjadi khawatir dengan keadaan Dika “kakaa...kakak gak apa-apa
khan...kaaaa...bangun kaaaaa...Whitieeee.....Phima.....Magmaaaa....tolong Kak
Dika kenapa iniiiii......” mendengar Sheryl memanggil mereka bertiga, mereka
pun mendekati Sheryl dan melihat keadaan Dika “kenapa dengan Tuan Dika ? tidak
biasanya dia tidur lama seperti ini....” Whitie bertanya kepada Sheryl dan
Sheryl menjawab sambil menangis “aku gak tahuuuu...hikssss..hiksssss....tolong
Kak Dikaaaa......” “tunggu sebentar gadis kecil, aku akan mencoba menerawang
keadaan Tuan Dika.....gadis kecil mohon menjauh dulu dari tubuhnya...” ucap
Whitie dan kemudian ia menghampiri tubuh Dika dan dengan teliti Whitie melihat
tubuh Dika dari ujung kepala hingga ujung kakinya.
Ketika Whitie sedang
menerawang tiba-tiba suara pintu diketuk dari luar Tok.....Tok...Tok......”Dika
sayang bangun nak, nanti kamu terlambat ke sekolah “ ternyata itu suara ibu
Dika yang menyruhnya untuk bangun, Whitie pun menjauh dari tubuh Dika. Beberapa
kali ibu mengetuk pintu dan memanggil Dika untuk bangun tapi tetap tidak ada
suara dari Dika dan Ibu mulai khawatir dan terdengar sedang memanggil ayah.
Tak lama ayah Dika
datang dan berusaha membuka paksa pintu kamar, Sheryl dan para penguasa elemen
bersembunyi ketika pintu kamar itu berhasil dibuka paksa oleh ayah. Ibu dan
ayah lalu bergegas menghampiri Dika dan ibu mencoba membangunkan anaknya tapi
Dika tetap tidak bergeming. Melihat anaknya tidak juga bangun ibu makin
khawatir “ayahhh.....anak kita kenapa....Dika.....bangun naaaak...jangan buat
ibu khawatir dong naaaaak...” ayah Dika spontan memegang leher dan lengan Dika untuk
memeriksa denyut nadi memastikan kalau Dika masih hidup. “anehhhh.....denyut
nadinya masih ada....” kemudian ayah menaruh telunjuknya ke arah hidung Dika dan
terasa hembusan nafas “dia juga masih nafas kok bu....” ucap ayah menenangkan
ibu. “lalu kenapa anak kita seperti ini.....ya ampun naaaak....jangan tinggalin
ibu naaaaaak....” ucap ibu sambil menangis dan ayah Dika mencoba menenangkan
ibu ‘tenang bu.....Dika belum meninggal....sebaiknya kita bawa dia ke rumah
sakit sekarang ya bu.....” ucap ayah dan ayah membopong tubuh Dika yang tak
sadarkan diri.
Sheryl hanya melihat
dari jauh tubuh Dika dibawa oleh ayah Dika dan berkata “kaaaak.....kakaaa...kenapaaaa....”
kemudian Whitie berkata kepada Sheryl “ada yang tidak beres dengan Tuan
Dika....sepertinya setengah jiwa Tuan Dika tidak ada dalam tubuhnya...ini pasti
ulah anak buah Shadow....ayo kita ikuti kemana mereka membawa Tuan Dika...”
Sheryl hanya mengangguk sambil terus menangis dan dengan menunggangi Phima
Sheryl dan para penguasa elemen bergeras mengikuti ayah dan ibu Dika ke rumah
sakit.
Setibanya di rumah
sakit Dika pun langsung di bawa ke ruang UGD oleh perawat rumah sakit, kemudian
ayah mengurus administrasi dan ibu menunggu diluar ruang UGD dengan cemas. Setelah
selesai mengurus administrasi ayah menghampiri ibu dan berusaha menenangkannya,
tak lama kemudian dokter datang dan masuk kedalam ruang UGD untuk memeriksa
keadaan Dika. Sheryl merengek kepada
Whitie untuk ikut masuk ke dalam, tapi dicegah oleh Whitie “biarkan mereka yang
mengurus Tuan Dika....gadis kecil tenang dahulu....” ucap Whitie dan Sheryl
menjawab “bagaimana aku bisa tenang.....ayolah...aku ingin melihat keadaan Kak
Dika sekarang......” Whitie tetap mencegahnya dan terus membujuknya untuk
tenang.
Tak lama Dokter itu
keluar dari ruangan dan menghampiri ayah dan ibu untuk menjelaskan keadaan
Dika. Ibu melihat Dokter itu dan dengan tidak sabar bertanya “bagaimana dengan
keadaan anak kami dok....? Dika sakit apa ?” kemudian ayah menenangkan Ibu
“ibu...kasih kesempatan buat dokter jelaskan....”Dokter itu menjelaskan keadaan
Dika kepada ayah dan ibu, dia berkata kalau hasil diagnosanya Dika
berhalusinasi dalam jangka waktu lama dan dokter pun tak bisa memastikan apa
penyebabnya dan tidak bisa memastikan juga apakah Dika akan segera siuman atau
tak bisa tertolong lagi, tapi dokter itu berjanji akan lakukan yang terbaik
untuk Dika dan saat ini Dika sudah diberi infus dan alat bantu bernafas, kemudian
dokter itu permisi untuk pergi dan meninggalkan ayah dan ibu. Mendengar
penjelasan dokter tadi ibu menangis di pelukan ayah dan ayah mengusap-usap
kepala ibu dan berusaha untuk menenangkannya ”tenang...buuuu....anak kita akan
selamat....kita berdoa sama Allah SWT agar Dika diberi kesembuhan dan bisa
bersama-sama kita lagi yaaa.....”, sementara itu Sheryl sudah makin tidak sabar
ingin melihat keadaan Dika dan akhirnya Whitie pun mengizinkannya dan dengan
didampingi para penguasa elemen yang lain Sheryl pun pergi ke ruangan dimana
Dika dirawat.
Ketika sampai di
dalam Sheryl merasa kaget melihat tubuh Dika sudah terpasang selang infusan dan
hidung, mulutnya terpasang alat bantu bernafas daqn disampingnya terdapat alat
pendeteksi detak jantung yang berbentuk garis bergelombang. Karena tak kuasa
sedih Sheryl pun menghampiri tubuh Dika dan memeluknya sambil menangis “kenapa
Kakak seperti ini ? sakit ya ka tubuhnya ada selang seperti ini.....?” Dika
masih diam dan matanya masih tertutup, hanya terdengar suara dari alat
pendeteksi detak jantung di ruangan saat ini. Whitie pun tak mau menunggu lebih
lama lagi dan khawatir jikalau orang tua Dika datang maka Whitie tak akan bisa
menerawangnya lagi. Whitie meminta agar Sheryl menjauh dahulu dari tubuh Dika,
kemudian salah satu telunjuknya keluar cakar yang sangat tajam dan cakar itu ia
tempelkan ke dahi Dika, tak lama batu kristal muncul dan terlihat batu kristal
itu tidak lagi berwarna putih terang akan tetapi berwarna agak kehitaman.
“gawat....firasatku tidak salah....ada yang mengambil setengah jiwa Tuan Dika
dan tanpa itu Tuan Dika tidak akan bisa kembali sadar dan tak bisa kembali ke
tubuhnya....” ucap Whitie menjelaskan kepada Sheryl. Mendengar perkataan Whitie
Sheryl berhenti menangis lalu raut wajahnya sekarang berubah menjadi marah
“siapa yang sudah berani menyakiti Kak Dika.....? aku tak akan bisa maafkan
dia....Whitie apakah kamu tahu caranya untuk menyelamatkan jiwa Kak Dika....?”
ucap Sheryl dengan menggebu-gebu bertanya kepada Whitie.
Whitie menjawab “satu-satunya
cara kita harus masuk kedalam pikiran Tuan Dika dan disana terdapat gerbang
portal menuju alam mimpi Tuan Dika...aku tahu jalur menuju ke gerbang portal
itu...apakah kau siap gadis kecil.....” kemudian Sheryl menjawab dengan percaya
diri “demi menyelamatkan Kak Dika aku selalu siap dan kalau perlu nyawaku akan
ku pertaruhkan.....” kemudian Sheryl menatap ke arah Magma, Phima dan Whitie
kemudian berkata “apakah kalian juga siap menyelamatkan Kak Dika....?” lalu
para penguasa elemen itu dengan kompak menjawab “kami siap....” kemudian Sheryl
beserta para penguasa elemen memasuki pikiran Dika dan Whitie sebagai petunjuk
arah bergegas menuju ke gerbang portal alam mimpi.
Sementara itu di alam mimpi, setengah jiwa
Dika berhasil di kurung oleh sosok seperti Sheryl. Perlahan-lahan Dika membuka
mata dan terdengar suara tertawa yang tidak asing lagi dan Dika melihat sosok
seperti Sheryl itu sedang bersama beberapa prajurit Shadow. Kemudian sosok
seperti Sheryl itu berkata “hai kakak...hihiiihiiiii....hiiihiiiii....sudah
bangun rupanya....maaf ya kalau selama ini aku berbohong sama
kakak....hiihiii......ternyata kakak mudah ditipu ya sama aku......hiihiiii...”
Dika menjadi emosi dan berteriak dari balik kurungan “kurang ajar....aku sudah
percaya sama kamu selama ini.....tapi mengapa kau berani mengkhianati aku
dengan berkomplot dengan prajurit Shadow.....kamu sembunyikan dimana Whitie,
Magma dan Phima...? kalau kau sakiti mereka aku tidak mau maafkan kamu
Sheryl.....”
“hihi....hiiiiihiiii......bukankah
kakak masih marah sama aku dan mereka bertiga....buat apa kakak tanyakan
mereka.....mereka sudah aku musnahkan........hihiiihii.....hiiiiihiiii.....”
ucap sosok seperti Sheryl itu. kemudian Dika berteriak
“bohoooooooooong......tidak mungkin para penguasa elemen itu dapat dengan mudah
kamu musnahkan.....”. Sosok seperti Sheryl itu semakin kencang tertawa
“hihi...hiiii.....mereka bertiga sudah berhasil aku tipu sama seperti aku
menipu kakak.....bodohnya mereka....hii....hiiii....hiii.....”. tiba-tiba Dika
terdiam dan merasa ada sesuatu yang aneh dengan Sheryl, tak biasanya Sheryl
berbicara dengan ketawa seperti itu dan biasanya juga Sheryl berbicara dengan
nada manja. “kakaaak....kenapa diam.....kakak lagi nangis
ya....hihiiihii.....hiiihiiii.....” Dika terus mendengar suara sosok seperti
Sheryl itu dan hati Dika makin yakin kalau sosok itu bukan Sheryl dan Dika pun
memancing pertanyaan kepada sosok itu “benar kamu yakin sudah memusnahkan
mereka bertiga...? bukankah kamu sangat sayang sama Whitie dan Phima....?”
sosok itu pun terpancing dan menjadi emosi menjawab “ia....aku sudah
memusnahkan mereka bertiga....lagipula aku tidak kenal namanya Whitie dan
Phima.....” kemudian Dika tertawa “hahahaaaaaaaa.....tertipu kau
iblis......sudah kuduga kamu bukan Sheryl dan kamu hanya menyerupai
dia....tunjukkan wujud aslimu....aku tidak takut kepadamu....” sosok itu tertawa
cekikikan ketika Dika sudah menyadari
kalau sosok itu bukanlah Sheryl, kemudiian sosok itu memutar badannya dan
muncul sosok hantu wanita berambut panjang dengan gaun panjang berwarna putih
“pintar sekali....hihiiih....hiiihiii....kamu sudah tahu kalau aku bukan hantu
gadis kecil itu.....aku sengaja mengurungmu agar hantu gadis kecil dan para
penguasa elemen itu kemari untuk menyelamatkanmu....mereka tidak akan bisa
menggunakan kekuatan mereka di alam mimpi ini.....karena ini adalah
duniaku......hi....hiii.....hiii....” ucap hantu seribu wajah itu dan Dika pun
samakin marah “jangan terlalu yakin makhluk busuk.....para penguasa elemen dam
Sheryl akan dapat mengalahkanmu.....”. Hantu seribu wajah itu hanya tertawa
“hihihi....hiiihiii.....hiihii........tenang saja aku sudah siapkan sambutan
untuk mereka......” dan hantu itu menghilang dari pandangan Dika.
Dika terkulai lemas
dan duduk dengan perasaan sangat menyesal sudah marah-marah dengan Sheryl dan
para penguasa elemen, dia berfikir kalau saja dia tidak semarah itu dan sedari
awal menyadari hantu itu bukanlah Sheryl kejadian ini tidak akan terjadi,
“maafkan kakak.....kakak sudah semena-semena sama Sheryl.....aku baru sadar
kalau Sheryl berusaha menjadi kuat karena ingin membantu aku melawan
Shadow....ahhhhhhhh...bodohnya akuuuuuu......”.
Di lain tempat,
Sheryl, Phima dan Magma terus mengikuti Whitie, Ternyata jalan menuju ke
gerbang portal alam mimpi itu sangat panjang sekali seperti tidak ada ujungnya,
akan tetapi mereke berempat tidak menyerah begitu saja dan terus menyusuri
jalan itu hingga akhirnya mereka melihat gerbang portal dunia mimpi. Tak
disangka, di depan gerbang portal itu berdiri beberapa makhluk berjubah hitam
yaitu prajurit-prajurit Shadow sudah menunggu mereka. Sheryl dan ketiga
penguasa elemen menghentikan langkahnya. “Whitie bagaimana ini...? ternyata
kedatangan kita sudah diketahui....” tanya Sheryl khawatir. Magma akhirnya
menawarkan diri “hai gadis kecil...aku akan mengalihkan perhatian mereka...kalian
langsung masuk ke dalam portal itu dan lanjutkan perjalanan kalian untuk
selamatkan Tuan Dika....” Sheryl tak percaya dengan perkataan Magma kemudian ia
menatap Magma dan berkata “terima kasih Magma, tapi apa kamu sanggup melawan
mereka sendirian...?” kemudian Magma menjawab “jangan banyak basa basi, waktu
kita tidak cukup...cepat pergi sanaaaaaa....aku akan menyusul kalian nanti”
merasa tak banyak waktu lagi Sheryl pun menuruti perkataan Magma dan sebelum
meninggalkan Magma sendiri ia berkata “jaga diri kamu Magma....aku akan marah
kalau kamu sampai kalah...” Magma hanya tersenyum kecil kemudian Sheryl derngan
Phima dan Whitie bergegas melanjutkan perjalanan.
Magma dengan berani menghadapi makhluk-makhluk
berjubah hitam itu untuk mengalihkan perhatian mereka agar Sheryl dan ke dua
penguasa elemen dapat masuk kedalam gerbang portal itu. Akhirnya mereka bertiga
masuk kedalam portal itu dan Sheryl sempat menengok kebelakang melihat Magma bertempur
dengan makhluk-makhluk jubah hitam itu kemudian Whitie memanggilnya untuk
segera bergegas. Magma terus melakukan perlawanan hingga berhasil melenyapkan
mereka, akan tetapi makhluk jubah hitam
itu seperti yang tidak ada habisnya dan akhirnya Magma kewalahan menghadapi
mereka yang jumlahnya semakin banyak dan terus mengepung Magma dari segala
arah, beberapa kali Magma terkena serangan para makhluk jubah hitam itu hingga
akhirnya Magma pun rubuh di tanah dan mereka menghunuskan senjata ke arah Magma
yang sudah kelelahan.
Tiba-tiba sambaran
kilat halilintar dari langit menyambar makhluk-makhluk jubah hitam itu dan
memusnahkan mereka semua, Magma berusaha bangkit untuk melihat siapa yang
datang “jangan dulu banyak gerak Magma, sebaiknya kamu istirahat dulu....ini
aku Tito ksatria halilintar....kemana yang lain....” “oh syukurlah ternyata
Tuan....dari mana kau mengetahui dunia ini....? gadis kecil dan yang lain sudah
masuk ke portal gerbang itu....kita tidak punya banyak waktu lagi...” Magma
menjawab sambil berusaha bangkit dan Tito membantunya untuk bangun. “tapi
keadaan kamu kayak gini...gimana mau ngelawan musuh....sudahlah biarlah aku
saja yang urus....kamu istrahat dulu disini...” ucap Tito. “tidak....aku masih
sanggup untuk berdiri dan bertarung.....aku bukan makhluk yang lemah....” jawab
Magma sambil berusaha mengibas-kibaskan sayapnya dan bersiap untuk terbang,
akan tetapi ketika Magma mencoba untuk terbang, langsung terhempas lagi ke
tanah dan beberapa kali dia mencoba terbang kemudian jatuh kembali hingga dia
pun terkulai lemas, kemudian Tito mendekati Magma “sudah menyerahkah
jagoan....? aku sudah bilang istirahat dahulu disini dan biar aku yang urus
semua...aku tahu Dika sangat berarti buat kalian semua seperti halnya
aku...tapi kalau kamu memaksa begini Dika pun akan sedih dan tidak akan
menginginkan hal buruk terjadi sama kalian....”
Magma pun terdiam
dan menyadari dengan kesalahannya kemudian berkata “pada awalnya aku merasa
Tuan Dika tidak pantas untuk menjadi seorang ksatria pelindung dua dunia, akan
tetapi ketika melihat Sheryl sangat yakin dan menyayanginya aku menyadari kalau
Tuan Dika memiliki rasa kasih sayang yang tulus kepada semua makhluk dan
membuat aku sadar kalau dia memang anak yang terpilih dan pantas untuk menjadi
ksatria..maka dari itu aku akan berusaha melindunginya dan berjuang bersama
menyelamatkan dunia kami dan dunia manusia....bagaimanapun juga aku akan tetap
menolongnya demi Tuan Dika dan Sheryl.....”, “justru aku menyuruh kamu istrahat
disini tuh biar Pegasus obatin kamu dulu....makanya dengar dulu napa aku
ngomong sampai selesai....” ucap Tito sambil geleng-geleng kepala. Magma hanya
diam dan kemudian Pegasus menghampirinya dan mulai mengobati Magma hingga
energinya pulih kembali.
Tito, Magma dan
Pegasus masuk kedalam portal menuju dunia mimpi menyusul Sheryl dan akhirnya
mereka pun bertemu dengan Sheryl di tengah perjalanan dan mereka melanjutkan
kembali perjalanan untuk menyelamatkan jiwa Dika. Akhirnya mereka berempat
berhenti di sebuah pintu yang sangat tinggi dan luas dengan tidak ada
seorangpun penjaga di pintu itu, kemudian Whitie berkata “aneh sekali disini
tidak ada satupun penjaga yang menjaga pintu ini...kalian semua waspadalah aku
mencium ada yang tidak beres disini....” kemudian Pegagus menjaawab perkataan Whitie
“benar...aku juga merasakan hal yang sama penguasa air...” Sheryl, Tito dan
para penguasa elemen saling waspada melihat ke segala arah untuk menghindari
segala serangan yang akan muncul, tiba-tiba tanah bergetar seperti gempa bumi
dan pintu raksasa itu terbuka dengan sendirinya dan mereka berempat semakin
bingung ternyata didalam tak ada siapapun. Whitie berkata kepada Sheryl dan
Tito “kalian berdua tunggulah disini...kami akan memeriksa didalam apakah ada
jebakan-jebakan yang sudah dipersiapkan oleh mereka....ini terlalu
sepi...kemungkinan mereka sudah mengetahui kedatangan kita disini...” Sheryl
dan Tito hanya mengangguk dan mereka berdua mengikuti perintah Whitie untuk
menunggu diluar sementara para penguasa elemen mulai bergerak masuk untuk
memeriksa ruangan itu.
Ketika para penguasa
elemen memeriksa ruangan itu, tanpa mereka sadari beberapa jaring keluar dari
balik dinding di ruangan itu dan mengurung para penguasa elemen, Tito dan
Sheryl terperanjat kaget dan mereka berdua bergegas hendak menolong para
penguasa elemen, akan tetapi pintu raksasa itu menutup dengan cepat membuat
Tito dan Sheryl tidak sempat untuk masuk kedalam. Tito dan Sheryl menyerang
pintu raksasa itu dengan kekuatan mereka berdua tapi pintu itu tetap berdiri
kokoh dan tertutup rapat, beberapa kali Sheryl dan Tito berusaha menghancurkan
pintu tapi tetap tidak ada gunanya. “Buka
pintunyaaaaaaaaaa.....Whitie...Phima....Magmaaaa....Pegasus....kalian
bertahanlah....aku akan menolong kalian....” Sheryl berteriak-teriak sambil
terus berusaha menyerang dan menghancurkan pintu itu dibantu dengan Tito dan
pintu itu tidak hancur sedikitpun hingga membuat Sheryl dan Tito kelelahan.
Dengan sisa tenaganya Sheryl memukul-mukul pintu itu sambil menangis “buka
pintunyaaa....hiks....hiks.....jangan sakiti mereka.....hiks....hiks....aku
mohon....” kemudian Tito memeluk Sheryl dan berkata “sudah Sheryl....tak ada
gunanya....akupun tak bisa menghancurkan pintu ini....maafkan aku tak bisa
menolong kak Dika....mungkin kita pun akan bernasib sama dengan kak Dika...”
Sheryl membantah “tidak kak....ini belum berakhir....aku gak akan nyerah sampai
disini...” dan menatap Tito dengan berkaca-kaca, kemudian Tito menjawab “terus
kamu mau apa sekarang....sementara kita aja gak bisa hancurin pintu itu....”
lalu Sheryl menjawab “pasti ada jalan lain yang menuju ruangan itu
kak....ayolah kak jangan menyerah.....Kak Dika dan yang lain membutuhkan kita
sekarang....” Tito menjawab “okeeeee....kita istirahat dulu sekarang baru nanti
kita lanjut untuk mencari jalan lain menuju ke ruangan itu yaaaa....” kemudian
Sheryl menjawab “nah gitu donnnk....itu baru kesatria elemen....” lalu mereka
berdua beristirahat sejenak untuk memulihkan energi.
Sementara itu
didalam setelah Dika, Whitie, Phima, Magma dan Pegasus terkurung dalam jaring
yang sangat kuat muncullah sosok hantu seribu wajah dengan didampingi oleh
pengawalnya yang bertubuh tinggi besar menjulang keatas yang bernama Golem
tertawa senang karena telah berhasil menawan keempat penguasa elemen tanpa
harus bersusah payah melawan mereka semua “ akhirnya aku berhasil membuat
kalian tak berdaya, ternyata kalian mudah sekali tertipu...hihiihihihiihii....”
ucap hantu itu menghampiri keempat penguasa elemen yang sudah tidak berdaya.
Kemudian hantu itu menoleh kearah Dika “ hanya segini ternyata kemampuan penguasa
elemen yang kamu banggakan selama ini, buang-buang waktuku saja....” ucapnya
dengan sombong.
Disaat itu perasaan
Dika bercampur aduk antara sedih dan marah menjadi satu ketika melihat keadaan
para penguasa elemen sudah tidak berdaya dan berkata lirih “ seharusnya kalian
tidak usah menolongku, gara-gara aku kalian menjadi seperti ini...aku tak akan
memaafkan hantu itu dan akan kubalas semua yang dia lakukan ini...ku mohon
bertahanlah kalian...” tiba-tiba terdengar bisikan suara yang sudah tak asing
lagi ditelinga Dika “ Kaa...tenang saja Sheryl dan Kak Tito akan menolong kakak
dan yang lain...bertahanlah ka...” Dika tersadar oleh suara bisikan itu, kemudian
Dika melihat ke arah para penguasa elemen yang terkurung dan benar saja Dika
tidak melihat Sheryl dan Tito yang ikut terkurung disana. “ Syukurlah Sheryl
dan Tito tidak ikut terperangkap dan aku yakin mereka masih ada diluar ruangan
ini untuk menolong aku dan yang lain....semoga tidak terjadi apa-apa dengan
mereka dan hantu itu tidak menyadarinya.... “ rasa optimis muncul seketika
dalam hati Dika dan dengan sabar menunggu Sheryl dan Tito menolongnya.
Tiba-tiba saja
muncul bayangan hitam melesat dengan cepat menghampiri hantu seribu wajah itu
dan seketika menjelma menjadi Shadow dengan memakai jubah berwarna hitam
menutupi tubuhnya. Terlihat Shadow berdikusi dengan hantu itu dan menoleh ke
arah tempat Dika dikurung dengan tatapan matanya yang merah menyala-nyala tanpa
terlihat wajahnya dibalik tudung jubahnya itu. Tak lama mereka berdua
berdiskusi kemudian Shadow menghampiri Dika dan berkata “ kau kira aku dan anak
buahku itu tidak menyadari Sheryl dan anak terpilih yang satunya itu tidak ikut
tertangkap....hahahahaaaaa....kamu salah besar Dika....justru ini bagian dari rencanaku...rencana
hebatku...whuaahahahahahaha.....hidup kalian akan berakhir
disini...hahahahahahah.... kalian sudah masuk dalam perangkapku dan energi anak
kecil itu akan menjadi milikku.....hahahahahah...” kemudian Shadow menghilang
dari pandangan Dika.
“ tidak...ini tidak
bisa ku biarkan...aku tidak mau Sheryl dan Tito tertangkap juga oleh makhluk
terkutuk itu....aku harus kontak batin dengan Sheryl sekarang juga untuk
memperingatkannya !!! ” Dika lalu memejamkan mata untuk berkonsentrasi dan
berusaha melakukan kontak batin dengan Sheryl, akan tetapi tak ada balasan
suara dari Sheryl dan Dika terus berusaha melakukan kontak batin dan hasilnya
pun nihil hingga membuat energi yang dimiliki Dika semakin melemah dan akhirnya
Dika tersungkur ke lantai, “ ku mohon Sheryl jawablah....” ucap Dika dengan
sisa tenaganya dan akhirnya dia tak sadarkan diri. Sementara itu diluar Sheryl
dan Tito mulai bergegas mencari pintu masuk untuk menyelamatkan Dika dan para
penguasa elemen, beberapa waktu lamanya mencari, mereka tidak menyadari sedari
tadi mereka hanya berputar-putar disekitar situ dan tak ada jalan masuk untuk
kedalam kecuali hanya masuk ke pintu utama yang besar menjulang tinggi dan
membuat mereka berdua kelelahan. Ketika Sheryl dan Tito beristirahat dekat
pintu masuk itu, tiba-tiba pintu itu pun terbuka dan membuat mereka berdua
terheran-heran.
Belum hilang rasa
heran mereka, dari dalam ruangan itu muncul sosok tinggi besar dan berbulu
berwarna hitam dengan mata merah menyala memelototi seolah-olah hendak melahap
mereka berdua dan tanpa banyak basa basi lagi langsung menyerang Sheryl dan
Tito dengan gada besar ditangan kanannya sambil berteriak kencang “ MATILAH
KALIAAAAAAAAN........HIIIAAAAAAAA...... ”. Bletaaaaaaak....!!! gada yang besar
itu telak mengenai Sheryl dan Tito hingga mereka berdua terlempar jauh dan
mereka berdua pun terkapar tak berdaya. Kemudian makhluk besar itu dengan
mudahnya menyeret tubuh mereka berdua dan membawanya ke dalam ruangan dimana
Dika terkurung. Keadaan Dika semakin lemah dan kemudian ia melihat sosok
makhluk besar berbulu menyeret tubuh Sheryl dan Tito sahabatnya, Dika mencoba
mengangkat tangan kanannya berusaha memanggil mereka akan tetapi tak mampu
dengan keadaan dirinya yang sudah terkulai lemah dan akhirnya ia pun tak sadarkan
diri.
Tiba-tiba terdengar
suara memanggil-manggil namanya dari alam bawah sadar, Dika berkata dalam hati
“Apakah aku sudah mati...? sangat hening sekali disini...apa itu malaikat yang
sedang memanggilku...aku belum mau mati sekarang...aku harus menyelamatkan
teman-temanku...haaaah...” pelan-pelan Dika membuka matanya dan terlihat di
sekelilingnya berwarna putih dan melihat samar-samar sesosok macan yang seluruh
tubuhnya dibalut dengan logam. Makhluk itu pun berkata “SALAM HORMAT PANGERAN,
TENANGLAH HAMBA BUKAN MUSUH. HAMBA JUSTRU INGIN MENOLONGMU KELUAR DARI ALAM
INI.”. lalu Dika berkata “Benarkah demikian yang kamu katakan itu...?kamu siapa
dan dari mana asal kamu...?” dan makhluk itu menjawab “SIMPAN DAHULU PERTANYAAN
PANGERAN, IZINKAN HAMBA BERSATU DENGAN PANGERAN SEKARANG,HANYA AKU YANG BISA
MENYELAMATKAN PANGERAN DAN JUGA YANG LAIN”. Dengan sisa tenaganya Dika mencoba
untuk berubah “RENCARNATION OOOON...!!! ELEMENTAL CHANGEEEEEE....!!!” dan
sekejap makhluk itu bersinar dan berubah menjadi kristal berwarna silver
kemudian kristal itu Dika raih kemudian memasangkannya di sarung tangan
harimaunya, seketika Dika tersadar dan sudah memakai kostum baru yang tubuhnya
dibalut dengan logam.
Dika memperhatikan
lengan serta kostum barunya itu dan berkata “wooow, keren banget kostum ini,
sangat berbeda dengan kostum sebelumnya....tapi berat banget rasanya...”
kristal silver di sarung tangannya berkata “TIDAK ADA WAKTU UNTUK MENGAGUMI
KOSTUM BARU PANGERAN, CEPAT SELAMATKAN YANG LAIN DAN MUSNAHKAN HANTU ITU !!!”.
Dika hanya tertawa sambil menggaruk-garuk kepala “heheh...iya aku lupa...oke
teman-teman aku akan menolong kalian...” Dika menghantamkan kedua lengannya ke
tempat dia ditahan dan dengan sekali hantaman tembok itu pun runtuh. Monster
Raksasa dan Hantu Seribu Wajah pun terperanjat kaget ketika melihat Dika masih
hidup dan mendapatkan kekuatan barunya berhasil keluar dari ruang tempat ia di
tahan oleh mereka. Hantu-hantu itupun saling berpandangan, terlihat Monster
Raksasa mulai ketakutan tapi tidak dengan Hantu Seribu Wajah. Dengan sombongnya
ia berkata kepada Monster Raksasa itu “Hiiihiiii...hai raksasa jelek tak usah
kau takut, dengan penampilan barunya itu belum tentu ia kuat menghadapi kita
berdua.....hiihiiiihiiii....” Monster Raksasa itu menganggukkan kepala sambil
menggeram tanda mengerti apa yang dikatakan Hantu Seribu Wajah. Kemudian Hantu
Seribu Wajah dan Monster Raksasa itu menyerang Dika secara bersamaan dengan
kekuatan magis milik mereka. Dika pun terkena hantaman serangan magis kedua
hantu itu dan menimbulkan cahaya dan asap. “hihiiihiiii...dia tidak akan
selamat kali ini...hihiihiii....rasakan iniii.....haaaaaaaaaa......!!!” tanpa
ampun kedua hantu itu menyerang Dika. Kedua hantu itu pun berhenti menyerang
Dika, sedikit demi sedikit asap mulai menghilang dan Dika tetap berdiri tegak
tanpa terluka sedikitpun. “Apaaaaa....tidak mungkin kamu selamat dari serangan
kita berdua....” pekik Hantu Seribu Wajah histeris melihat musuhnya tak terluka
sedikitpun.
Kemudian Dika
berjalan dengan santai mendekati kedua hantu itu dan mereka berdua terus
menerus menyerang Dika dengan kekuatan magisnya dan ajaibnya Dika tidak
sedikitpun terkena serangan mereka dan terus berjalan menghampiri mereka.
Ketika sudah sangat dengan dengan Monster Raksasa itu Dika memukul kaki raksasa
itu tanpa ia sadari dan Monster itu berteriak kesakitan dan suaranya sangat
kencang sekali membuat ketiga penguasa elemen, sheryl dan Tito sadarkan diri.
“Sheryl, tito dan teman-teman....tenanglah aku akan menyelamatkan kalian...”
sheryl dan yang lain melihat Monster Raksasa itu berhasil Dika Robohkan, Sheryl
berteriak memberi semangat “Ayo Kakak, Kakak pasti bisa...semangat Kak...” tak
disadari Sheryl meneteskan airmata tanda bahagia melihat Dika tidak apa-apa dan
menjadi lebih kuat. Dengan membabi buta Monster Raksasa itu menyerang Dika,
akan tetapi sia-sia saja dan Dika terus menyerang kaki Monster itu hingga ia
pun roboh ke tanah dan tanpa menunggu lama Dika mulai menyerang tubuh monster
itu tanpa ampun...”aaaaaaaaaaaaarrrrggg....aaaaampppuuunnn....aaakuuu
menyeraaaah manusia...ampuni akuuu.....” Monster itu berteriak kesakitan dan
meneteskan airmata, Dika pun menghentikan serangannya dan melihat Monster itu
mengeluarkan airmata.
”Kenapa kamu
menangis hah...bukankah kamu sudah melukai kedua temanku itu....” tanya Dika
kepada Monster itu. “ampuuun manusia....aku terpaksa lakukan itu karena
keluargaku ditahan oleh Shadow, kalau aku bisa membunuh kalian dan menyerahkan
gadis kecil itu keluargaku akan mereka lepaskan...ampppuuunn....” tiba-tiba dari
belakang sekelibat cahaya mengenai punggung Dika, ternyata Hantu Seribu Wajah
mulai menyerang Dika dan Monster Raksasa itu. “Dasar Raksasa tidak
berguna...kamu sudah terlalu banyak bicara kepada musuh...aku akan musnahkan
kauuuu....haaaaaa.” Dika berusaha melindungi Raksasa dari serangan Hantu Seribu
Wajah itu dan berkata “aku percaya padamu, aku akan berusaha menyelamatkan
keluargamu itu nanti, aku janji....sekarang aku akan tuntaskan dulu dengan
hantu terkutuk itu....maafkan aku sudah menyerangmu...” Dika pun berbalik dan
meninggalkan Makhluk Raksasa itu dan menyerang balik Hantu Seribu Wajah. Dika
lalu menghujamkan pukulan ke tubuh Hantu Seribu Wajah itu dan Hantu itu pun
terpelanting jauh kemudian Dika mengejar hantu itu dan terus menyerang hantu itu
tanpa ampun hingga hantu itu tak berdaya. “FINAL ATTACK...SPIKE CRUSHER....”
dengan jurus pamungkas barunya Dika berhasil memusnahkan Hantu Seribu Wajah itu
dan kemudian Dika membebaskan teman-temannya. Sheryl dan teman-temannya
menghampiri Dika dengan sukacita.
Tiba-tiba Monster
Raksasa itu bangun dan mendekati Dika, Sheryl dan teman-teman Dika bersiap
menyerang Raksasa itu akan tetapi dicegah oleh Dika “eiiiiit....stooop...kalian
jangan serang Raksasa ini....dia teman kita sekarang...iya khan...” ucap Dika
sambil melirik ke arah Raksasa itu. Raksasa itu hanya terdiam tak tau harus
berkata apa melihat ketulusan hati manusia yang baru kali ini ia rasakan dan
tak sadar menganggukkan kepala “apaaaaa....teman kitaaaaa....kakak...dia sudah
serang aku sama Kak Tito tauuuu....uuuuhh awassss yaaaa....” Sheryl masih emosi
tapi dengan lembut Dika berkata “tenang adikku...dia lakukan itu karena
keluarga dia ditawan oleh Shadow, dia terpaksa melakukan itu semua kepada
kalian dan aku” lalu Monster Raksasa itu berlulut dan berkata “aku minta maaf
sudah melukai kalian, aku terpaksa harus membunuh kalian, kalau tidak
keluargaku akan dia musnahkan...aku minta maaf...” Monster Raksasa itu pun
menangis tanda menyesal dan Sheryl mendekati Monster Raksasa itu “Okay....kalau
memang seperti itu keadaannya...aku akan memaafkanmu...sudah-sudah tak usah
menangis....” kemudian Sheryl menggenggam jari Raksasa itu dan berkata “Aku
janji, kakak dan kita semua akan menolong keluarga kamu....tapi kamu juga janji
ya tidak akan nakal dengan kami....hiihihi” Makhluk Raksasa itu menghapus
airmatanya dan tersenyum mendengar ucapan Sheryl dan dia memandang satu persatu
teman barunya itu “Kalian adalah teman aku sekarang, bagaimana aku menebus
kebaikan kalian semua...” lalu Dika menjawab “emmmmmhhh...kamu tau gak
bagaimana caranya agar kita semua keluar dari sini...”. Monster Raksasa itu
berkata “ikuti aku teman-teman....aku tahu cara untuk mengeluarkan kalian dari
sini...” lalu Dika,Sheryl, Tito dan Ketiga Penguasa Elemen itu mengikutinya
dari belakang.
Hingga mereka pun
sampai disuatu tempat dan memiliki portal waktu yang sudah terbuka. “masuklah
kalian ke portal itu, kalian akan kembali ke tempat asal kalian.” Ucap Monster
Raksasa itu dan kemudian mendekati Dika “apakah kamu akan menepati janjimu
untuk menyelamatkan keluargaku setelah kalian keluar dari sini...?” Dika
mengangguk dan berkata “aku janji sahabatku...kita akan kembali lagi untuk
menolong keluargamu” dan Monster Raksasa itu menjawab “baiklah aku akan pegang
janjimu itu...selamat jalan teman-teman...aku akan menunggu kalian disini...”.
kemudian Dika, Sheryl, Tito dan ketiga Penguasa Elemen menghilang dari
pandangan Raksasa itu dan kembali ke alam manusia. Di alam manusia orang tua
Dika sudah sangat khawatir dengan kondisi anaknya yang sudah 1 minggu dalam
keadaan koma hingga dokter pun menyangka jika Dika sudah meninggal, tiba-tiba
saja Dika mengehela nafas dan terbangun, semua yang ada disitu tersontak kaget
melihat Dika.
Mereka yang ada di ruangan itu hanya saling pandang sesaat dan Ibu Dika langsung memeluk anaknya tercinta sambil menangis “Dikaaaaa....akhirnya kamu sudah sadar naaaaak.....ya allaaah yaaaah anak kita sudah bangun...”histeris Ibu Dika dan Ayah Dika pun memeluk Dika sambil berbisik “hebat kau naakk...kesatria elemen...” Dika pun hanya terdiam dan terkejut dengan ucapan ayahnya itu. Selang beberapa hari Dika pun pulih seperti sedia kala dan Dika melihat ada sosok yang baru ia lihat diantara ketiga penguasa elemen ketika semuanya berkumpul di malam hari di teras lantai 2 rumahnya itu.”akhirnya sudah ada 4 kesatria elemen sekarang Sheryl....kita akan lebih kuat menghadapi Shadow dan pasukannya...” ucap Dika memandang Sheryl dan Sheryl mengangguk “yupss...kita akan semakin kuat kaaaa...aku yakin ituuu....” jawab Sheryl sambil keduanya menatap bintang-bintang yang sedang bersinar dimalam itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar